Sesungguhnya para malaikat disebutkan oleh Allah (Subhanahu wa Ta’ala) dalam ayat ini hanyalah agar mereka dijadikan panutan dalam hal ketaatan dan ibadahnya. Karena itulah maka kita disyariatkan melakukan sujud dalam pembacaan ayat ini, yaitu di saat disebutkan sujud mereka (para malaikat) kepada Allah (Subhanahu wa Ta’ala)
Di dalam sebuah hadis disebutkan seperti berikut:
“أَلَا تُصَفُّونَ كَمَا تُصَفُّ الْمَلَائِكَةُ عِنْدَ رَبِّهَا، يُتِمُّونَ الصُّفُوفَ الأوَل، ويتَراصُّون فِي الصَّفِّ”
Tidakkah kalian bersaf sebagaimana para malaikat bersaf di hadapan Tuhannya? Mereka melengkapkan safnya saf demi saf dan mereka menyusun safnya
Ayat ini merupakan ayat Sajdah di dalam Al-Qur’an, yaitu salah satu di antara ayat-ayat yang disunatkan bagi pembaca dan pendengarnya melakukan sujud tilawah, menurut kesepakatan ijma*.
Di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah melalui Abu Darda, dari Nabi (shallallahu ‘alaihi wasallam)., disebutkan bahwa Nabi (shallallahu ‘alaihi wasallam) memasukkan ayat ini ke dalam ayat sujud tilawah Al-Qur’an.
آخَرُ [تَفْسِيرِ] سُورَةِ الْأَعْرَافِ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ والمنة.
Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.
