Ternyata yang benar-benar sulit itu bukan mendidik anak. Tapi mendidik diri sendiri agar tetap sabar, ketika anak tidak sesuai dengan apa yang kita bayangkan.
Anak bukan kertas kosong yang bisa kita gambari sesuka hati. Mereka punya fitrah, punya jiwa, dan punya proses belajar yang berbeda-beda.
Tugas kita bukan membentuk mereka jadi seperti “keinginan kita”, tapi menuntun mereka agar sesuai dengan kehendak Allah.
Dan dalam proses itu, sering kali Allah justru sedang mendidik kita. Ketika anak berbuat salah, Allah sedang mengajari kita arti sabar. Ketika anak lambat memahami, Allah sedang mengajari kita arti ikhlas.
Ketika anak menolak aturan, Allah sedang melatih kita untuk tidak mengandalkan kata-kata, tapi memperbanyak doa.
Karena itu ingatlah, mendidik anak memang butuh ilmu. Tapi mendidik diri sendiri agar tetap sabar, itulah jalan panjang yang harus terus kita lalui.
Semoga Allah kuatkan hati setiap orang tua, menjadikan kita teladan kebaikan, bukan sekedar pengatur. Karena anak adalah amanah, bukan milik.
Semoga bermanfaat.
