Rasulullah Saw sebagai Qudwah dan tauladan terbaik telah memberikan contoh kehidupan yang lurus, elegan, empati dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.
Sebagai seorang panutan yang jujur, tabligh dan fathonah serta amanah sehingga dakwahnya diterima dan disambut dengan baik oleh ummat.
Di antara contoh yang diajarkan Rasulullah adalah tetap terjaga silaturahmi di antara anggota keluarga muslim setelah lebaran ini. Tidak akan masuk surga orang orang yang kufur, dan memutuskan hubungan keluarga.
وَا لَّذِيْنَ يَصِلُوْنَ مَاۤ اَمَرَ اللّٰهُ بِهٖۤ اَنْ يُّوْصَلَ وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ وَ يَخَا فُوْنَ سُوْٓءَ الْحِسَا بِ
“dan orang-orang yang menghubungkan apa yang diperintahkan Allah agar dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk.”
(QS. Ar-Ra’d 13: Ayat 21)
Saling berhubungan antar sesama anggota keluarga sangat dianjurkan agar tetap terjaga dan terjalin hubungan silaturahmi diantara mereka. Hidup penuh dengan kedamaian, nyaman dan aman.
Orang orang yang ingin hidup sendiri dan tidak mau bersilaturahmi, maka ia berada dalam kerugian dan iman yang lemah.
Islam melarang umatnya memutuskan hubungan tali silaturrahmi, bahkan tidak pantas masuk surga orang orang yang selalu ingin bermusuhan.
Mentadaburi ayat ayat berikut ini agar dapat memberikan dampak positif bagi keluarga Muslim dalam menjaga nilai nilai luhur hubungan keluarga.
1. Dampak buruk putus hubungan keluarga
فَهَلْ عَسَيْتُمْ اِنْ تَوَلَّيْتُمْ اَنْ تُفْسِدُوْا فِى الْاَ رْضِ وَتُقَطِّعُوْۤا اَرْحَا مَكُمْ
“Maka apakah sekiranya kamu berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?”
(QS. Muhammad 47: Ayat 22)
اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ لَعَنَهُمُ اللّٰهُ فَاَ صَمَّهُمْ وَاَ عْمٰۤى اَبْصَا رَهُمْ
“Mereka itulah orang-orang yang dikutuk Allah; lalu dibuat tuli (pendengarannya) dan dibutakan penglihatannya.”
(QS. Muhammad 47: Ayat 23)
2.Kitab Bulughul Maram, hadis ke-1218
Hukuman orang orang yang memutuskan hubungan keluarga
وَعَنْ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( لَا يَدْخُلُ اَلْجَنَّةَ قَاطِعٌ ) يَعْنِي قَاطِعَ رَحِمٍ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Dari Jubair Ibnu Muth’im Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak akan masuk surga seorang pemutus, yaitu pemutus tali kekerabatan.” Muttafaq Alaihi.
