Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim, dari Ahmad ibnu Sinan, dari Abu Mu’awiyah, dari Al-A’masy dengan sanad yang sama. Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Syu’bah, Muhammad ibnu Fudail dan Waki’, dari Al-A’masy dengan sanad yang sama. Dan Syu’bah dalam salah satu riwayatnya menambahkan bahwa lalu Ibnu Abbas membaca firman-Nya: Nun, demi qalam dan apa yang mereka tulis. (Al-Qalam: 1)
Syarik telah meriwayatkannya dari Al-A’masy ibnu Abu Zabyan atau Mujahid, dari Ibnu Abbas, lalu disebutkan hal yang semisal. Ma’mar meriwayatkannya dari Al-A’masy, bahwa Ibnu Abbas pernah mengatakannya, kemudian ia membaca firman-Nya: Nun, demi qalam dan apa yang mereka tulis. (Al-Qalam: 1)
Kemudian Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Humaid, telah menceritakan kepada kami Jarir, dari Ata, dari AbudDuha, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa sesungguhnya sesuatu yang mula-mula diciptakan oleh Tuhanku adalah Al-Qalam. Kemudian Allah berfirman kepadanya, ‘Tulislah” Maka qalam menulis segala sesuatu yang akan terjadi sampai hari kiamat. Kemudian Allah menciptakan nun di atas air, lalu meletakkan bumi di atasnya.
Imam Tabrani telah meriwayatkan hal ini secara marfu’. Untuk itu ia mengatakan:
حَدَّثَنَا أَبُو حَبِيبٍ زَيْدُ بْنُ الْمُهْتَدِي الْمَرُّوذِيُّ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ يَعْقُوبَ الطَّالَقَانِيُّ، حَدَّثَنَا مُؤَمَّل بْنُ إِسْمَاعِيلَ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ، عَنْ أَبِي الضُّحَى مُسْلِمِ بْنِ صَبِيح، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “إِنَّ أَوَّلَ مَا خَلَقَ اللَّهُ الْقَلَمُ وَالْحُوتُ، قَالَ لِلْقَلَمِ: اكْتُبْ، قَالَ: مَا أَكْتُبُ، قَالَ: كُلَّ شَيْءٍ كَائِنٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ”. ثُمَّ قَرَأَ: {ن وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ} فَالنُّونُ: الْحُوتُ. وَالْقَلَمُ: الْقَلَمُ
telah menceritakan kepada kami Abu Habib alias Zaid ibnul Mahdi Al-Marwazi, telah menceritakan kepada kami Sa’id ibnu Ya’qub At-Taliqani, telah menceritakan kepada kami Mu’ammal ibnu Ismail, telah menceritakan kepada kaini Hammad ibnu Zaid, dari Ata ibnus Sa-ib, dari AbudDuha alias Muslim ibnu Sabih, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wasallam) telah bersabda: Sesungguhnya makhluk yang mula-mula diciptakan oleh Allah adalah Al-Qalam dan al-hut (ikan yang sangat besar). Allah berfirman kepada qalam, “Tulislah!” Qalam bertanya, “Apakah yang harus aku tulis?” Allah berfirman, “Segala sesuatu yang akan terjadi sampai hari kiamat.” Kemudian Nabi (shallallahu ‘alaihi wasallam) membaca firman-Nya: Nun, demi qalam dan apa yang mereka tulis. (Al-Qalam; 1) Nun adalah ikan yang sangat besar, sedangkan al-qalam adalah qalam (pena).
Hadis lain diriwayatkan oleh Ibnu Asakir, dari Abu Abdullah maula Bani Umayyah, dari Abu Saleh, dari Abu Hurairah, bahwa ia pernah mendenaar Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wasallam) bersabda:
“إِنَّ أَوَّلَ شَيْءٍ خَلَقَهُ اللَّهُ الْقَلَمُ، ثُمَّ خَلَقَ “النُّونَ” وَهِيَ: الدَّوَاةُ. ثُمَّ قَالَ لَهُ: اكْتُبْ. قَالَ وَمَا أَكْتُبُ؟ قَالَ: اكْتُبْ مَا يَكُونُ -أَوْ: مَا هُوَ كَائِنٌ-مِنْ عَمَلٍ أَوْ رِزْقٍ أَوْ أَثَرٍ أَوْ أَجَلٍ. فَكَتَبَ ذَلِكَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، فَذَلِكَ قَوْلُهُ: {ن وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ} ثُمَّ خَتَمَ عَلَى الْقَلَمِ فَلَمْ يَتَكَلَّمْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، ثُمَّ خَلَقَ الْعَقْلَ وَقَالَ: وَعِزَّتِي لَأُكَمِّلَنَّكَ فِيمَنْ أَحْبَبْتُ، وَلَأَنْقُصَنَّكَ مِمَّنْ أَبْغَضْتُ”
Sesungguhnya sesuatu yang mula-mula diciptakan oleh Allah adalah al-qalam, kemudian Allah menciptakan nun yaitu tinta, lalu Allah berfirman kepada al-qalam, “Tulislah!” Al-qalam bertanya, “Apa yang harus aku tulis?” Allah berfirman, “Tulislah segala sesuatu yang akan terjadi, atau segala sesuatu yang akan ada, dari amal perbuatan, atau rezeki atau jejak atau ajal.” Maka al-qalam menulis semuanya itu sampai hari kiamat. Itulah yang dimaksud oleh firman Allah (Subhanahu wa Ta’ala)., “Nun, demi qalam dan apa yang mereka tulis, (Al-Qalam: 1).” Kemudian al-qalam dikunci, maka ia tidak berbicara sampai hari kiamat. Kemudian Allah menciptakan akal, lalu Allah berfirman, “Demi keagungan-Ku, sungguh Aku benar-benar akan menyempurnakanmu terhadap orang yang Aku sukai, dan sungguh Aku benar-benar akan mengurangimu terhadap orang yang Aku murkai.”
