Tiga Amalan Pokok Ramadan, Ustaz Mohammad Zainul Arifin Ajak Jamaah Tingkatkan Kualitas Ibadah

Tiga Amalan Pokok Ramadan, Ustaz Mohammad Zainul Arifin Ajak Jamaah Tingkatkan Kualitas Ibadah
www.majelistabligh.id -

Ramadan adalah bulan tarbiyah ruhaniyah yang menuntut kesungguhan dalam meningkatkan kualitas ibadah. Pada malam kelima Ramadan, kultum Tarawih di Masjid Hamas School menghadirkan Ustaz Mohammad Zainul Arifin, Koordinator Bidang Al-Islam, yang mengangkat tema tiga amalan pokok sebagai pilar penguatan spiritual kaum muslimin.

Dalam penyampaiannya, Ustaz Mohammad Zainul Arifin menegaskan, Ramadan bukan sekadar momentum seremonial, melainkan ruang pembinaan diri (tazkiyatun nafs) yang terstruktur melalui ibadah yang berkesinambungan. Amalan pertama yang ditekankan adalah peningkatan kualitas shalat.

Shalat wajib harus ditegakkan secara berjamaah, kemudian disempurnakan dengan shalat-shalat sunnah, seperti rawatib, tahajud, dan dhuha. Secara khusus beliau menjelaskan keutamaan shalat dhuha di awal waktu (syuruq/isyraq), yakni sekitar 15–20 menit setelah matahari terbit. Berdasarkan hadits riwayat Muhammad at-Tirmidzi (No. 586), siapa yang shalat Subuh berjamaah, lalu berdzikir hingga matahari terbit dan menunaikan dua rakaat, maka ia memperoleh pahala seperti haji dan umrah yang sempurna.

Selain itu, Ustaz Zainul juga  mengingatkan pentingnya menjaga 12 rakaat shalat sunnah rawatib dalam sehari semalam sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim bin al-Hajjaj (No. 728). Konsistensi dalam rawatib merupakan bentuk ittiba’ kepada sunnah Nabi sekaligus penyempurna shalat wajib, yang dengannya Allah menjanjikan rumah di surga.

Amalan kedua adalah memperkuat interaksi dengan Al-Qur’an. Ramadan sebagai syahrul Qur’an menuntut umat Islam untuk tidak sekadar membaca, tetapi juga mentadabburi dan mengamalkan kandungannya. Dalam hadits tentang majelis Al-Qur’an disebutkan bahwa Allah menurunkan ketenangan, melimpahkan rahmat, menaungi dengan malaikat, dan menyebut para pembacanya di hadapan makhluk-Nya yang mulia. Hal ini menunjukkan dimensi spiritual dan sosial dari interaksi dengan wahyu.

Adapun amalan ketiga adalah memperbanyak infak dan sedekah. Ramadan merupakan bulan solidaritas dan penguatan ukhuwah. Kedermawanan menjadi indikator ketakwaan sosial, sekaligus manifestasi iman yang hidup. Umat Islam didorong untuk menjadikan sedekah sebagai budaya harian, baik dalam bentuk materi, tenaga, maupun kepedulian.

Kultum yang disampaikan dengan pendekatan edukatif dan persuasif tersebut mempertegas fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat. Melalui penguatan shalat, interaksi Al-Qur’an, dan kepedulian sosial, Ramadan diharapkan melahirkan pribadi bertakwa yang tidak hanya saleh secara individual, tetapi juga konstruktif dalam kehidupan bermasyarakat. (*/tim)

 

 

Tinggalkan Balasan

Search