Tiga Buku Karya Alfain Jalaluddin Ramadlan Diluncurkan di Kajian Ramadan PWM Jatim

www.majelistabligh.id -

 

Kajian Ramadan 1446 H Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur yang digelar di Dome Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla), Sabtu (8/3/2025), menjadi momen istimewa bagi Alfain Jalaluddin Ramadlan.

Dalam acara yang dihadiri lebih dari 3.000 peserta ini, pria kelahiran 13 Desember 2000 ini meluncurkan tiga buku sekaligus: “Konsep Dasar Ekonomi Islam: Teori, Nilai, dan Implementasi”, “Mencari Kemuliaan Bulan Ramadhan”, dan “Melodi Demokrasi”.

Kehadiran buku-buku ini mendapat apresiasi dari berbagai tokoh, mulai dari akademisi hingga pejabat negara.

Buku yang diluncurkan oleh Ketua PP Muhammadiyah, Prof Syafiq Mughni ini menjadi bukti bahwa literasi dan pemikiran kritis tetap berkembang dalam lingkungan Muhammadiyah, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya.

Buku Pertama

Buku “Konsep Dasar Ekonomi Islam: Teori, Nilai, dan Implementasi” merupakan hasil pemikiran Alfain sejak ia menempuh S1 Ekonomi Syariah di Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla) dan diselesaikan pada semester pertama studi S2 di Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Selama lima bulan, ia merampungkan buku setebal 184 halaman ini sebagai upaya memperkenalkan prinsip-prinsip ekonomi Islam yang adil dan berkelanjutan.

Peluncuran buku ini diiringi dengan pengantar sambutan dari Anwar SE MM CIRBD (Direktur Operasional Bank Madinah Syariah) serta prolog oleh Pradana Boy ZTF SAg MA PhD (Asisten Penasihat Khusus Presiden RI).

Tiga Buku Karya Alfain Jalaluddin Ramadlan Diluncurkan di Kajian Ramadhan PWM Jatim

Alfain Jalaluddin Ramadlan dan salah satu buku karya terbarunya.

 

Sementara drh H Zainul Muslimin (Bendahara PWM Jatim) turut memberikan kata sambutan.

Tak hanya itu, Dzulfikar Ahmad Tawalla, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran RI, turut memberikan testimoni.

Ia menyebut buku ini sebagai referensi yang penting bagi siapa saja yang ingin memahami keunggulan ekonomi Islam dibandingkan sistem ekonomi konvensional.

“Melalui buku ini, Alfain ingin membuka wawasan bahwa ekonomi Islam bukan hanya soal perbankan syariah, tetapi juga sistem ekonomi yang berbasis keadilan dan kesejahteraan sosial,” ujarnya.

Dalam bukunya, Alfain menekankan bahwa ekonomi syariah berlandaskan nilai-nilai keberkahan dan keseimbangan, serta memiliki dampak sosial yang luas, seperti pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat.

Buku Kedua

Bulan suci Ramadan tak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga inspirasi bagi lahirnya buku “Mencari Kemuliaan Bulan Ramadhan”.

Buku setebal 150 halaman ini ditulis Alfain dalam waktu satu bulan penuh selama Ramadan dan berisi sejarah, adab, serta amalan-amalan yang memperkaya ibadah di bulan suci ini.

Menariknya, buku ini memiliki keterkaitan erat dengan sosok penulisnya. Alfain, yang lahir di bulan Ramadan, memilih untuk menulis buku ini juga pada bulan yang sama, menjadikannya sebagai refleksi spiritual yang mendalam.

Peluncuran buku ini mendapat apresiasi dari para tokoh Muhammadiyah, seperti Drs Nur Cholis Huda MSi (Wakil Ketua PWM Jatim 2015-2022), Prof Dr Biyanto MAg (Sekretaris PWM Jatim), Prof Dr Abdul Aziz Alimul Hidayat MKes (Rektor Umla), serta Prof Dr Zainudin Maliki MSi (Anggota Komisi X DPR RI 2019-2024).

Dalam kata pengantarnya, Alfain menyampaikan rasa terima kasih kepada Fathurrahim Syuhadi, yang telah membimbingnya dalam menyelesaikan buku ini, serta kepada PWMU.CO yang turut mendukung pengembangan literasi di Muhammadiyah.

“Semoga buku ini dapat menambah wawasan dan memberikan motivasi bagi pembaca dalam memahami makna serta keutamaan bulan Ramadhan,” tutup penulis Buku Secercah Cahaymu ini.

Buku Ketiga

Dalam momen yang sama, Penulis Produktif asal Lamongan i i juga meluncurkan buku “Melodi Demokrasi”, sebuah karya yang menggabungkan berita dan opini jurnalistik menjadi sebuah refleksi tentang demokrasi Indonesia.

Buku ini merupakan kumpulan tulisan yang pernah dimuat di media Muhammadiyah dan membahas etika kepemimpinan serta dinamika politik dalam Pemilu 2024.

Buku setebal 160 halaman ini mendapatkan prolog dari Prof Dr Biyanto MAg, serta testimoni dari tokoh-tokoh seperti Drs Muhammad Afnan Hadikusumo (Anggota DPD RI 2019-2024), Hanif Mu’allifah MPd (Sekretaris PP Nasyiatul Aisyiyah), Fathurrahim Syuhadi MM (Ketua Kwarwil Hizbul Wathan Jatim), dan Dr Syakir Jamaluddin MA (Majelis Tabligh PP Muhammadiyah).

“Melalui buku ini, saya ingin mendokumentasikan bagaimana pemimpin seharusnya mengedepankan tata nilai dalam berdemokrasi. Sebab, dalam Pemilu 2024 kita melihat banyak pelanggaran etika yang terjadi,” ungkap penulis buku Rektor Umla: Dari Budi Utomo ke Abdul Aziz Alimul Hidayat ini.

Drs Muhammad Afnan Hadikusumo menilai buku ini sebagai bacaan penting bagi masyarakat untuk memahami betapa krusialnya etika kepemimpinan dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Sementara Hanif Mu’allifah menambahkan bahwa karya ini mengajak pembaca untuk merefleksikan kondisi demokrasi di Indonesia saat ini.

Dengan peluncuran buku ini, pria berumur 24 tahun ini berharap semakin banyak anak muda yang terdorong untuk menulis dan mendokumentasikan pemikiran mereka, sehingga literasi politik di Indonesia semakin berkembang.

*Apresiasi dan Harapan*

Peluncuran tiga buku ini mendapat apresiasi dari Ketua PDM Lamongan, Drs KH Shodikin MPd. Ia menegaskan bahwa menulis adalah tradisi intelektual yang harus terus dijaga oleh generasi muda Muhammadiyah.

“Saya berharap budaya literasi ini semakin berkembang. Tidak hanya membaca, tetapi juga menulis agar ilmu yang didapat bisa bermanfaat bagi orang lain,” tuturnya.

Bagi Alfain, peluncuran buku ini bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga bagian dari dakwah literasi yang ia tekuni.

“Menulis adalah cara saya berbagi gagasan dan harapan. Semoga buku-buku ini dapat memberikan manfaat dan membuka cakrawala berpikir pembaca,” pungkas pria kelahiran Desa Godog, Laren, Lamongan ini.

Peluncuran tiga buku dalam satu momen ini menunjukkan bahwa literasi di Muhammadiyah terus berkembang. Dari ekonomi Islam, refleksi Ramadhan, hingga demokrasi, Alfain Jalaluddin Ramadlan menghadirkan pemikiran segar yang relevan dengan kondisi zaman.

Semoga karya-karya ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Muhammadiyah untuk terus berkarya dan menebarkan manfaat melalui tulisan. (*/tim)

Tinggalkan Balasan

Search