Tiga Tugas Manusia Sebagai Khalifah di Bumi

H. Arifin Abduh, M.Pd., menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Agung Baitussalam Nganjuk
www.majelistabligh.id -

Mantan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Nganjuk, H. Arifin Abduh, M.Pd., menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Agung Baitussalam Nganjuk dengan tema “Tugas Manusia sebagai Khalifah”.
Setelah ajakan meningkatkan ketakwaan, ia mengingatkan jemaah tentang peran penting manusia yang diciptakan Allah sebagai khalifah (pemimpin dan pengelola) di bumi. Tema ini merujuk pada firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 30.

Ayat tersebut menggambarkan kekhawatiran malaikat saat Allah hendak menciptakan manusia. “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.’ Mereka berkata: ‘Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami senantiasa bertasbih memuji-Mu dan menyucikan-Mu?’

Allah berfirman: ‘Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui’,” kutip H. Arifin di hadapan jamaah.

Menurutnya, dialog tersebut menunjukkan sejak awal sudah ada potensi manusia untuk berbuat kerusakan dan saling bertikai. Namun Allah menegaskan bahwa Dia Maha Mengetahui hikmah penciptaan manusia.

“Malaikat patuh dan tidak pernah maksiat, sedangkan manusia diberi akal dan kehendak bebas. Maka tugas kita sebagai khalifah adalah mengelola bumi sesuai tujuan penciptaan,” tegasnya.

H. Arifin menjelaskan bahwa para ulama menafsirkan istilah khalifah fil ardh dengan ragam makna, tetapi intinya adalah tanggung jawab untuk kemaslahatan, perdamaian, dan pengelolaan bumi secara berkeadilan.

“Manusia diciptakan untuk menciptakan kebermanfaatan sebesar-besarnya. Alam harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan, bukan dieksploitasi berlebihan hingga merusak keseimbangan,” katanya mencontohkan kerusakan hutan, tambang, dan sumber daya yang tak terkendali.

Tugas pertama manusia sebagai khalifah, lanjutnya, adalah menjaga dan mengatur bumi agar tidak rusak. Ia mengingatkan jemaah pada firman Allah tentang orang munafik yang berkata mereka memperbaiki bumi, padahal mereka membuat kerusakan.

“Eksploitasi yang berlebihan akan berujung bencana di mana-mana,” ujarnya mengutip makna QS. Al-Baqarah:11–12.

Tugas kedua adalah menegakkan keadilan di berbagai bidang, baik sosial, ekonomi, politik, maupun pendidikan. H. Arifin mengutip perintah Allah dalam QS. An-Nisa:135, “Wahai orang-orang beriman, jadilah kalian penegak keadilan sebagai saksi karena Allah, sekalipun terhadap dirimu sendiri.” Menurutnya, keadilan yang sejati harus terbebas dari hawa nafsu dan keberpihakan keluarga.

Tugas ketiga manusia sebagai khalifah adalah mendamaikan perselisihan. H. Arifin menegaskan pentingnya perintah Al-Qur’an dalam QS. Al-Hujurat:9 untuk mendamaikan pihak-pihak yang bertikai. “Islam memerintahkan kita melerai, menasehati, dan menjaga harmoni antar sesama manusia agar terhindar dari pertikaian dan permusuhan,” jelasnya.

Khutbah yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan doa agar umat Islam mampu menjalankan peran khalifah di bumi dengan sebaik-baiknya.

“Mari kita jadikan bumi ini tempat yang damai dan adil sesuai amanah Allah. Jangan sampai kita termasuk orang yang membuat kerusakan,” pungkasnya. (m roissudin)

 

Tinggalkan Balasan

Search