Program Eco Bhinneka Muhammadiyah yang digagas Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah resmi ditutup pada Selasa (8/7/2025) di Balai Desa Glagahagung, Banyuwangi. Program yang berjalan sejak 2022 ini telah berhasil membangun kolaborasi lintas iman dalam pelestarian lingkungan dan penguatan komunitas, khususnya melalui komunitas anak muda AMONG (Anak Muda Eco Bhinneka Blambangan).
Penutupan dihadiri 45 peserta dari unsur pemuda lintas agama, tokoh masyarakat, Kepala Desa Glagahagung, dan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi. Mereka semua memberikan apreasi atas capaian program Eco Bhinneka Muhammadiyah.
Kepala Desa Glagahagung, Mimin Budiarti, menyampaikan bahwa program ini membawa dampak langsung ke masyarakat, terutama dalam pengelolaan sampah dan penguatan gotong royong lintas kelompok.
“Manfaat yang dirasakan mulai dari pengelolaan sampah hingga kegiatan lintas iman yang berhasil membangun kebersamaan warga, bahkan dalam kerja bakti di kawasan hutan yang sebelumnya sulit mengumpulkan partisipasi lintas kelompok,” ujarnya.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, Ariati Dina Puspitasari, mengapresiasi peran aktif perempuan muda dalam gerakan ini, yang sejalan dengan konsep Eco Family milik NA.
“Kami sangat bersyukur bisa berkolaborasi dengan Ibu Kepala Desa dan warga Glagahagung, serta didukung oleh Ranting Aisyiyah dan Muhammadiyah yang memungkinkan program ini berjalan baik,” ujarnya.
Ariati berharap inisiatif seperti pelatihan pembuatan loster dan sabun ramah lingkungan dapat mendukung pengembangan perekonomian masyarakat di Glagahagung dan terus berlanjut di masa depan.
Direktur Program Eco Bhinneka, Hening Parlan, menegaskan pentingnya aksi nyata lintas iman, bukan sekadar dialog. “Eco Bhinneka membuktikan bahwa identitas agama bisa berjalan seiring dengan identitas universal sebagai warga bangsa yang peduli lingkungan dan kemanusiaan,” tegasnya.
Ia juga menyebut bahwa program lanjutan bertajuk SMILE (Strengthening Youth Multifaith Leader Initiative on Climate Justice through Ecofeminism) akan digelar selama dua tahun ke depan. Tujuannya memperkuat kepemimpinan pemuda lintas iman dalam isu iklim dan keadilan gender.
Eco Bhinneka juga melahirkan capaian baru, seperti terbentuknya 100 Duta Green Nasyiah di seluruh Indonesia dan penyusunan Modul Eco Bhinneka untuk pelatihan berkelanjutan.
“Ke depan, duta-duta ini bisa terlibat dalam isu energi hijau, ekonomi berkelanjutan, hingga kesejahteraan perempuan,” jelas Hening.
Ketua PDM Banyuwangi, Dr. Mukhlis Lahuddin, menggarisbawahi bahwa agama harus membawa kedamaian dan kebermanfaatan. Ia mengajak masyarakat agar aktif menjaga lingkungan sebagai bentuk pengamalan iman. “Kalau tidak membawa kedamaian, berarti belum merasakan nikmatnya beragama,” ujarnya.
Tokoh lintas agama juga turut menyampaikan apresiasi. Wiyono (Kristen), Widodo (Katolik), dan Eka (Buddha) kompak menyatakan dukungan atas keberlanjutan program ini. Mereka menilai gerakan Eco Bhinneka telah membuka ruang silaturahmi lintas iman yang kuat dan menyentuh akar persoalan lingkungan.
“Kita ini hidup menghirup oksigen yang sama, punya tanggung jawab yang sama untuk menjaga bumi. Kalau kegiatan seperti ini bisa terus digarap dan ditularkan, mungkin peristiwa menyayat hati di tempat lain bisa dicegah. Kami mendukung penuh meski belum memiliki program khusus, dan berharap jemaat bisa aktif mengelola alam di sekitarnya,” ungkap Wiyono.
Ketua PWNA Jatim, Desi Ratnasari, menyebut perempuan NA sebagai motor penggerak edukasi ekologi.
“Merawat bumi adalah bagian dari ibadah, dan keberagaman adalah kekuatan. Perempuan, khususnya kader NA, punya peran strategis sebagai eco-influencer di keluarga dan masyarakat,” katanya seraya berharap praktik-praktik baik yang telah dimulai dapat menjadi “getuk tular” bagi daerah lain.
Sementara itu, Kepala UPT Pengelolaan Persampahan DLH Banyuwangi, Amrullah, menyebut Eco Bhinneka sebagai program strategis yang mendukung gerakan Banyuwangi Hijau. Program ini memadukan model pengelolaan sampah sirkular yang menekankan daur ulang bernilai ekonomi.
“Kolaborasi semua pihak penting untuk melawan krisis iklim dan darurat sampah. Kami siap mendukung keberlanjutan inisiatif seperti ini,” tegasnya. (*/tim)
