Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tanjung Kecamatan Purwokerto Selatan terus berkomitmen menghidupkan napas perkaderan melalui Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang non-formal. Hal ini tampak pada kegiatan edukatif yang diikuti oleh 20 santri pilihan TPQ Nur Hidayah pada Rabu (25/2/2026).
Bukan sekadar kegiatan makan bersama, para santri diajak untuk mengikuti program cooking class dan buka puasa bersama di outlet Burger Bangor GOR Purwokerto. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi dakwah kultural Muhammadiyah dalam menanamkan nilai kebersamaan dan kemandirian sejak dini.
Menanamkan Identitas Kader yang Mandiri
Ustadzah Arie, pengasuh TPQ Nur Hidayah, menjelaskan, pelibatan santri dalam kegiatan di luar lingkungan masjid bertujuan untuk membentuk mental kader yang percaya diri dan mampu berinteraksi dengan dunia luar tanpa kehilangan identitas keislamannya.
“TPQ adalah akar dari perkaderan Muhammadiyah. Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin anak-anak merasa bahwa ber-Muhammadiyah itu menggembirakan. Saat mereka belajar membuat burger sendiri, mereka sebenarnya sedang dilatih kemandirian dan kedisiplinan—karakter utama seorang kader,” ujar Ustadzah Arie.
Filantropi dan Kedekatan Sosial
Kegiatan ini terlaksana berkat undangan kolaborasi dari pihak eksternal, yang kemudian dikemas oleh pihak TPQ menjadi momentum penguatan ukhuwah. Sebanyak 20 santri pilihan tersebut tampak tertib dan menunjukkan akhlakul karimah selama acara berlangsung, mencerminkan hasil pendidikan karakter di bawah panji matahari.
Apresiasi tinggi datang dari para wali santri yang melihat anak-anak mereka pulang dengan wajah berseri dan semangat ibadah yang meningkat.
“Alhamdulillah, jazakumullah ustadzah. Anak-anak sangat senang. Ini pengalaman berharga yang membuat mereka semakin semangat menjalankan puasa dan mengaji,” ungkap salah seorang wali santri dalam grup koordinasi.
Keberhasilan TPQ Nur Hidayah dalam mengelola kegiatan ini menunjukkan, Muhammadiyah di tingkat ranting mampu beradaptasi dengan tren masa kini tanpa meninggalkan substansi dakwah.
Dengan suasana yang hangat dan akrab, acara ditutup dengan salat Maghrib berjamaah sebelum para santri dijemput kembali di Masjid Nur Hidayah. Melalui sinergi antara guru, wali santri, dan masyarakat, TPQ Nur Hidayah terus berikhtiar menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya generasi muda Muhammadiyah yang religius, terampil, dan berwawasan luas. (Agus Salim- ketua PCPM Purwokerto Selatan)
