Tutup Usia dan Penyesalan yang Terlambat

Sungguh, kematian sangat dekat dan pasti akan datang pada setiap mahluk hidup di muka bumi. Namun sesuatu yang pasti masih banyak dilupakan oleh sebagian besar umat Islam.
*) Oleh : Muhammad Nashihudin, MSi
Ketua Majelis Tabligh PDM Jakarta Timur
www.majelistabligh.id -

Seorang ulama besar bernama Abu Nawas dari Baghdad Iraq ketika akan mati menulis wasiat kepada para muridnya agar dilaksanakan dengan baik . Wasiat itu ditemukan di bajunya.
Adapun ketiga wasiat adalah.
1. Jika dia mati mohon dikafani dengan kain dari sutera yang paling halus. Karena para malaikat juga punya selera pada keindahan.
2. Mohon dimakamkan di kuburan dekat pasar kota Baghdad agar ibu ibu jika belanja ke pasar bisa sekaligus berziarah untuk mendoakan dirinya.
3. Di samping kuburannya mohon disediakan kotak amal untuk para penghafal Al Qur’an.

Sungguh, kematian sangat dekat dan pasti akan datang pada setiap mahluk hidup di muka bumi.
Namun sesuatu yang pasti masih banyak dilupakan oleh sebagian besar umat Islam.
Jangan lupa ucapkan kalimat toyyibah yaitu Laa Ilaha Illa Allah. Menghadap Kiblat dan tangan sedekap serta dengan tersenyum dan dengan peluh keringat di dahinya.

Kitab Bulughul Maram, banyak mengingat mati
HADITS KE-424

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اَللَّذَّاتِ: اَلْمَوْتِ ) رَوَاهُ اَلتِّرْمِذِيُّ, وَالنَّسَائِيُّ, وَصَحَّحَهُ ابْنُ حِبَّانَ

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Perbanyaklah menyebut pelebur kenikmatan, yaitu : mati.” Riwayat Tirmidzi dan Nasa’i, dan dinilai shahih oleh Ibnu Hibban.

1. Sujud dan syukur atas Allah SWT sampai akhir hayat

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِّنَ السّٰجِدِيْنَ

maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah engkau di antara orang yang bersujud (salat),”
(QS. Al-Hijr 15: Ayat 98)

وَا عْبُدْ رَبَّكَ حَتّٰى يَأْتِيَكَ الْيَـقِيْنُ

“dan sembahlah Tuhanmu sampai yakin (ajal) datang kepadamu.”
(QS. Al-Hijr 15: Ayat 99)

Tutup usia dengan dengan tenang menuju kampung akhirat selamanya.  Biarkanlah orang orang menangis merasa kehilangan sementara kita menghadap tersenyum karena telah menemukan apa yang telah dijanjikan oleh Allah SWT yaitu surga.

يٰۤاَ يَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ

“Wahai jiwa yang tenang!”
(QS. Al-Fajr 89: Ayat 27)

ارْجِعِيْۤ اِلٰى رَبِّكِ رَا ضِيَةً مَّرْضِيَّةً

“Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya.”
(QS. Al-Fajr 89: Ayat 28)

فَا دْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِى

“Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku,”
(QS. Al-Fajr 89: Ayat 29)

وَا دْخُلِيْ جَنَّتِى

“dan masuklah ke dalam surga-Ku.”
(QS. Al-Fajr 89: Ayat 30)

2. Hidup dan mati seorang muslim hanya untuk beribadah kepada Allah SWT

قُلْ اِنَّ صَلَا تِيْ وَنُسُكِيْ وَ مَحْيَايَ وَمَمَا تِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam,”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 162)

لَا شَرِيْكَ لَهٗ ۚ وَبِذٰلِكَ اُمِرْتُ وَاَ نَاۡ اَوَّلُ الْمُسْلِمِيْنَ

“tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama berserah diri (muslim).””
(QS. Al-An’am 6: Ayat 163)

Tinggalkan Balasan

Search