UM Palangkaraya Kenalkan Tanaman Obat Tradisional kepada Generasi Muda

UM Palangkaraya Kenalkan Tanaman Obat Tradisional kepada Generasi Muda
www.majelistabligh.id -

Tanaman obat tradisional (TOGA) merupakan tumbuhan yang banyak tumbuh di sekitar lingkungan kita dan memiliki beragam manfaat, terutama bagi kesehatan. Beberapa di antaranya adalah jahe, kunyit, temulawak, kencur, lidah buaya, dan daun sirih. Tanaman-tanaman tersebut mengandung senyawa aktif yang dapat membantu mengobati berbagai penyakit, mulai dari gangguan pencernaan hingga meningkatkan daya tahan tubuh. TOGA sering diolah menjadi jamu, teh, maupun bumbu masakan. Namun demikian, pemanfaatannya tetap memerlukan pengetahuan yang tepat agar aman dan efektif.

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan tersebut, khususnya bagi generasi muda, dosen Fakultas Bahasa dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) mengadakan kegiatan sosialisasi di SMAN 1 Palangka Raya, Selasa (13/1). Sekolah ini beralamat di Jalan AIS. Nasution No. 2, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah 74874.

Salah satu dosen UMPR, Rezky Aulianur Syahbana, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan serta meningkatkan kesadaran siswa sebagai generasi muda mengenai tanaman obat tradisional, khususnya yang berasal dari daerah Samuda, Kalimantan Tengah.

“Pengetahuan tentang tanaman obat tradisional ini merupakan pengetahuan yang dipernah dibuat bahkan digunakan (diterapkan) oleh orang terdahulu (leluhur) kita serta disampaikan dari mulut ke mulut dalam kehidupan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa informasi mengenai pengetahuan dan manfaat tanaman obat tradisional perlu terus disampaikan agar tidak hilang tergerus oleh perkembangan zaman, terutama di kalangan generasi muda Kalimantan Tengah. Dengan demikian, tanaman obat tradisional dapat terus dilestarikan dan dimanfaatkan di era modern.

“Generasi muda harus terus melestarikan, menggunakan serta membuat inovasi kebermanfaatan tanaman obat tradisional sehingga, tidak hilang dari kehidupan yang sudah ada sejak dulu,” tambahnya. (muhammad fitriani – kontributor palangkaraya)

 

Tinggalkan Balasan

Search