Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kegiatan International Guest Lecturer bertema “Innovation and Digital Transformation for Future Government” pada Selasa (30/12/2024).
Kepala Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM, Ali Roziqin, M.PA menekankan pentingnya inovasi dan transformasi digital sebagai kompetensi strategis yang harus dimiliki mahasiswa Ilmu Pemerintahan.
“Transformasi digital dan inovasi telah menjadi kebutuhan mendasar bagi pemerintahan di masa depan. Mahasiswa Ilmu Pemerintahan perlu memahami dinamika ini secara kritis agar mampu berkontribusi dalam membangun tata kelola pemerintahan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kepentingan publik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk membahas secara komprehensif isu inovasi dan transformasi digital dalam pemerintahan masa depan, termasuk pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, serta pengambilan kebijakan berbasis data.
Kegiatan International Guest Lecturer ini diselenggarakan sebagai respons atas meningkatnya kompleksitas tantangan pemerintahan di era digital, seperti pesatnya perkembangan teknologi, meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas layanan publik, serta tuntutan akan pemerintahan yang transparan, efisien, dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM berupaya memberikan ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami praktik terbaik internasional sekaligus mengembangkan perspektif kritis terhadap transformasi digital pemerintahan, khususnya dalam konteks Indonesia.
Hadir sebagai narasumber utama Mr. Muhammad Younus dari Department of Product Research and Software Development, TPL Logistics Pvt. Ltd., Pakistan, serta Assoc. Prof. Dr. Onur Kulaç dari Department of Political Science and Public Administration, Pamukkale University, Turki.
Dalam pemaparannya, Mr. Muhammad Younus menyampaikan materi terkait dampak penggunaan kecerdasan buatan terhadap sektor publik, khususnya dari aspek konsumsi energi, penggunaan air, serta emisi karbon yang dihasilkan oleh infrastruktur digital. Ia menekankan pentingnya kebijakan digital yang berkelanjutan dan bertanggung jawab dalam pengembangan teknologi pemerintahan.
Sesi berikutnya diisi oleh pemaparan Assoc. Prof. Dr. Onur Kulaç yang menjelaskan konsep inovasi dan transformasi digital pemerintahan dari perspektif global dan komparatif. Ia juga memaparkan berbagai studi kasus internasional sebagai contoh praktik terbaik dalam membangun pemerintahan yang adaptif, transparan, dan berorientasi pada warga negara.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung secara interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan dan mengaitkan materi yang disampaikan dengan tantangan transformasi digital pemerintahan di Indonesia.
Kegiatan ditutup dengan sesi kesimpulan serta harapan agar kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari penguatan kapasitas akademik dan peningkatan kompetensi mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM. (diki wahyudi)
