Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) memberikan pelatihan dan pendampingan pembuatan briket dari limbah sapi pada Kelompok Ternak Sapi Binaan PRM Cemeng Bakalan Sidoarjo, Rabu (8/4/2026). Pelatihan diharapkan bisa mengantarkan para peternak sapi bisa mengolah kotoran sapi secara sehat untuk energi bersih dan hijau.
Desa Cemeng Bakalan yang terletak di Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu wilayah yang memiliki basis ekonomi berbasis pertanian dan peternakan. Aktivitas peternakan sapi menjadi salah satu mata pencaharian yang menonjol, terutama melalui kelompok ternak sapi binaan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM).
Ketua tim dari Umsida Dr Eng Rachmat Firdaus menyampaikan, keberadaan peternakan sapi belum dibarengi dengan pengelolaan limbahnya secara maksimal. Pengelolaan limbah yang belum efisien dan ramah lingkungan.
“Limbah peternakan dimanfaatkan sebagai pupuk organik, tetapi sisanya dibuang secara terbuka, sehingga menimbulkan bau tidak sedap, meningkatkan risiko pencemaran air tanah, serta mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar,” ujar Rachmat Firdaus.
Untuk itu, lanjut Rachmat, pihaknya bersama tim telah merencanakan sejumlah alternatif Langkah solusi atas masalah tersebut.
“Salah satunya menyelenggarakan pelatihan intensif untuk para peternak mengenai prinsip dasar alat pembuat briket dari kotoran sapi yang meliputi komponen, cara kerja dan pemeliharaannya,” tambahnya.
Sementara yang lainnya, untuk penumpukan limbah ternak yang belum dikelola secara efektif, sehingga menimbulkan bau, kami menyelenggarakan pelatihan intensif untuk para peternak mengenai lingkungan sehat pada lahan peternakan meliputi sumber air bersih, udara bersih, pengolahan sampah yang tepat
“Yang tak kalah penting,Tim PKM akan mendampingi dalam pencatatan keuangan, analisis biaya produksi, dan strategi penetapan harga. Dan juga tentang manajemen usaha pada peternak serta potensi pemasaran produk briket maupun hasil olahan ternak,” tandasnya. (*/tim)
