Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA), Prof. Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep., FISQua., menegaskan komitmen institusinya dalam memperkuat gerakan dakwah Persyarikatan melalui pengembangan Pendidikan Kader Ulama Tarjih Muhammadiyah (PKUTM).
Komitmen ini disampaikannya di hadapan ratusan peserta dalam penutupan Musyawarah Nasional (Munas) XXXIII Tarjih Muhammadiyah di kampus setempat, Sabtu (7/11/2026).
Dalam sambutan, Mundakir menyampaikan bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah tidak hanya mengemban fungsi akademik, tetapi juga memegang peran strategis dalam menopang dakwah dan mencetak sumber daya manusia unggul bagi Persyarikatan.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah, khususnya Majelis Tarjih dan Tajdid, atas kepercayaan yang diberikan kepada UMSURA sebagai tuan rumah penyelenggaraan Munas XXXIII Tarjih Muhammadiyah.
“Atas nama panitia penyelenggara UMSURA, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan Majelis Tarjih PP atas amanah yang diberikan,” ujarnya.
Pengelolaan Amal Usaha yang Profesional
Lebih lanjut, Mundakir mengingatkan bahwa pengelolaan seluruh amal usaha Muhammadiyah (AUM) wajib berpedoman pada nilai-nilai Persyarikatan, termasuk Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM). Setiap AUM harus dikelola secara profesional, transparan, terbuka terhadap audit, serta berorientasi pada kemaslahatan umat.
“Kami menyadari amal usaha ini adalah milik warga dan Persyarikatan Muhammadiyah. Tentu tidak ada alasan untuk berpikir seolah-olah amal usaha ini merupakan milik pribadi,” tegasnya.
Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap dakwah Persyarikatan, UMSURA terus mengoptimalkan program Pendidikan Kader Ulama Tarjih Muhammadiyah (PKUTM). Program ini menunjukkan tren positif dengan jumlah peserta yang terus meningkat dari tahun ke tahun: dari 17 mahasiswa pada angkatan pertama, bertambah menjadi 19 mahasiswa di angkatan kedua, hingga mencapai 25 mahasiswa pada angkatan ketiga.
Saat ini, seluruh pembiayaan peserta PKUTM masih ditanggung sepenuhnya oleh UMSURA. Ke depan, pihak kampus berharap program ini dapat diperluas melalui skema pembiayaan kolaboratif bersama perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) lainnya. (*/tim)
