Undang Anak Yatim dan Janda Dhuafa, Mukhlisin Berbagi Jadi Awalan Baik Kepengurusan Baru

Undang Anak Yatim dan Janda Dhuafa, Mukhlisin Berbagi Jadi Awalan Baik Kepengurusan Baru
www.majelistabligh.id -

Masjid Mukhlisin Kemantren Tulangan Sidoarjo menyelenggarakan kegiatan Ramadan bertajuk Mukhlisin Berbagi pada, Rabu (4/3/2026), yang berlangsung dari pukul 15.30 hingga 16.30.

Kegiatan ini ialah bagian dari upaya memperluas kegiatan sosial di bulan Ramadan dengan memberikan santunan kepada 28 anak yatim dan 82 janda dhuafa. Acara ini semakin menambah ragam kegiatan yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan di Masjid Mukhlisin Kemantren.

Dalam sambutannya, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kemantren, Hadi Winarno, mengingatkan bahwa masjid tidak hanya sebagai tempat untuk salat, tetapi juga sebagai pusat dakwah bil hal atau kegiatan amal nyata.

“Masjid tidak hanya tempat untuk salat, tetapi juga tempat dakwah bil hal, aksi nyata, bukan hanya ucapan semata,” ujarnya.

Undang Anak Yatim dan Janda Dhuafa, Mukhlisin Berbagi Jadi Awalan Baik Kepengurusan Baru
Undang Anak Yatim dan Janda Dhuafa, Mukhlisin Berbagi jadi awalan baik kepengurusan baru. (dok masjid mukhlisin)

Acara yang dihadiri oleh anak yatim dan janda dhuafa ini juga menghadirkan ceramah singkat dari Ustadz Muttaqin yang menyampaikan,  sedekah sebagai ibadah yang mulia.

“Sedekah dapat menghapus dosa dan mensucikan harta kita. Keberkahan akan datang kepada mereka yang suka bersedekah.”

H. Imam Sugiri, Dewan Pembina Masjid Mukhlisin, menambahkan bahwa tahun ini, pihaknya menambah kegiatan santunan sebagai bagian dari program Ramadan. Kegiatan ini merupakan tambahan dari berbagai program lainnya yang sudah berjalan, seperti berbuka dan sahur gratis, kegiatan anak-anak TPQ dan Tahfidz Qur’an, serta pengajian untuk meningkatkan iman.

Ditambahkannya, dengan kepengurusan takmir yang baru, nantinya kegiatan akan berfokus pada pemenuhan kebutuhan jemaah.

“Misalnya ada ibu-ibu yang ingin mengaji tetapi terkendala transportasi, maka dapat menghubungi pengurus takmir. Jika memungkinkan akan dijemput. Atau warga sekitar yang membutuhkan pengobatan, insyaa Allah, akan dibantu semaksimal mungkin.” terangnya.

“Masjid adalah rumah Allah, sementara takmir adalah punggawa yang memakmurkan rumah Allah,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Mukhlisin Bima Ady Kurniawan menegaskan, masjid harus lebih dari sekadar tempat ibadah.

“Masjid sudah seharusnya menjadi wadah bagi masyarakat untuk menjalankan kegiatan sosial, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan pusat komunitas,” ujarnya.

Acara berjalan lancar dan membahagiakan bagi semua pihak. Mukhlisin berbagi juga diharapkan bisa membawa manfaat besar bagi masyarakat sekitar dan mengukuhkan peran masjid dalam kehidupan sosial. (*/tim)

 

 

Tinggalkan Balasan

Search