”The world is a bridge, don’t let it become a destination. Be rich so you can help God’s religion, not to boast before people”
“(Dunia adalah jembatan, jangan biarkan ia menjadi tujuan. Jadilah kaya agar bisa menolong agama Allah, bukan untuk menyombongkan diri di hadapan manusia)”
Utsman bin Affan adalah potret nyata bahwa kekayaan di tangan orang bertakwa adalah berkah semesta. Dikenal sebagai Dzun Nurain (ذو النورين) artinya “pemilik dua cahaya”, sebuah julukan untuk Utsman bin Affan karena beliau menikahi dua putri Rasulullah SAW, yaitu Ruqayyah dan Ummu Kultsum (setelah Ruqayyah wafat), menjadikannya satu-satunya laki-laki yang menikahi dua putri Nabi. Julukan ini melambangkan keistimewaan dan kehormatan baginya.
Utsman bin Affan bukan sekadar saudagar ulung, melainkan “Penyokong Islam” dengan kedermawanan tanpa batas. Ia dalam istilah sekarang dikenal sebagai Taipan surgawi. Kekayaannya diarahkan untuk kehidupan akhirat. Mulai dari mewakafkan Sumur Raumah hingga membiayai pasukan Jaisyul Usrah, Utsman membuktikan bahwa harta hanyalah kendaraan menuju ridha-Nya.
Ia mengajar kita bahwa kesuksesan finansial tertinggi adalah ketika tangan kanan memberi, sementara dunia tidak mampu menggenggam hatinya. Allah SWT berfirman,
مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِل……
Artinya:
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai…” (Qs.Al-Baqarah: 261)
Dalam ayat ini Allah menjanjikan pelipatgandaan pahala yang tak terhingga bagi mereka yang ikhlas berderma, sebagaimana investasi akhirat yang dilakukan Utsman bin Affan.
Dalam hadis, Rasulullah SAW bersabda,
مَنْ حَفَرَ رُومَةَ فَلَهُ الجَنَّةُ
Artinya:
“Siapa yang menggali sumur Raumah, maka baginya surga.” (HR. Bukhari No. 2778).
Hadis ini merupakan janji pahala surga bagi Utsman bin Affan atas kedermawanannya dalam membebaskan sumur tersebut untuk kepentingan umat. Merujuk pada kisah Utsman bin Affan yang membeli dan mewakafkan Sumur Raumah di Madinah untuk kaum Muslimin yang kesulitan air bersih saat terjadi kekeringan, menjadikannya sedekah jariyah abadi yang manfaatnya dirasakan hingga kini, membuktikan janji Rasulullah SAW kepadanya.
Utsman bin Affan mengajarkan bahwa kesalehan dan kekayaan bisa berjalan beriringan. Kedermawanan bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki, tapi seberapa besar manfaat yang kita berikan bagi sesama.
Semoga bermanfaat.
