Pondok Pesantren Istiqomah Muhammadiyah Samarinda kembali mencatat sejarah penting dalam pengembangan pendidikan Islam di Kalimantan Timur. Dukungan luar biasa terus mengalir dari para alumni dan dermawan, terutama melalui penyerahan aset wakaf yang diterima langsung oleh Direktur Ponpes, H. Jaswadi, didampingi oleh Abdul Kasim, Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur.
Kampus 3 dan 4: Hadiah Wakaf dari Alumni Peduli
Wakaf pertama datang dari pasangan Yusan Tri Ananda dan Yasmin. Alumni SD Muhammadiyah 1 Samarinda angkatan 1984, yang saat itu diasuh langsung oleh Jaswadi sebagai wali kelas, mewakafkan lahan seluas 2 hektare di Jalan Poros Samarinda–Bontang, kawasan Sungai Siring. Lahan ini akan menjadi lokasi Kampus 3 yang diberi nama Istiqomah Muhammadiyah Boarding School (IMBS).
Pembangunan awal di Kampus 3 sudah terealisasi, terdiri dari dua ruang kelas, satu asrama santri, satu ruang untuk ustaz, serta lima unit fasilitas sanitasi. Konsep green school diterapkan di kampus ini, dan pembangunan masjid direncanakan segera dimulai.
Ada juga Iving, yang juga alumni SD Muhammadiyah 1 angkatan 1984 dan rekan seangkatan Yusan, turut memberikan dua wakaf penting. Wakaf pertama berupa lahan seluas 1 hektare di Palaran, Samarinda, untuk pengembangan kegiatan ekonomi pesantren seperti pemeliharaan sapi, kambing, serta budidaya alpukat.
Wakaf kedua adalah lahan strategis di Kebon Agung, berukuran 20 x 260 meter dengan nilai taksiran mencapai Rp9,6 miliar. Lahan ini akan digunakan untuk pembangunan Kampus 4: Istiqamah Muhammadiyah International Boarding School.
Wakaf Bangunan untuk Pendidikan Berkelanjutan
Selain dari alumni, dukungan wakaf juga datang dari keluarga besar Hj. Siti Qamariyah, Suhartini, dan alm. Hj. Sulastri, yang mewakafkan bangunan dan lahan seluas setengah hektare. Tanah bersertifikat ini sebelumnya digunakan untuk pengelolaan TK, dan kini diserahkan sepenuhnya kepada Ponpes Istiqomah untuk pengembangan pendidikan lanjutan.
Saat ini, pihak pesantren sedang merancang program baru untuk memanfaatkan bangunan dua lantai dan dua gazebo yang telah diwakafkan.
Dalam kesempatan penyerahan, H. Jaswadi menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan para wakif kepada Ponpes Istiqomah dan Muhammadiyah sebagai nazhir.
“Kami berkomitmen untuk mengelola seluruh aset wakaf secara amanah, demi kemajuan dakwah Islam dan pendidikan umat. Ini adalah bentuk amal jariyah yang tak ternilai bagi keluarga para pewakaf,” ungkapnya.
Hingga tahun 2025, Ponpes Istiqomah Muhammadiyah Samarinda telah meluluskan 16 angkatan dari SD Muhammadiyah 4, 27 angkatan dari SMP Muhammadiyah 5, dan 5 angkatan dari SMA Istiqomah Muhammadiyah. Dengan bertambahnya lahan dan fasilitas wakaf ini, diharapkan Ponpes mampu mencetak lebih banyak generasi muda yang unggul dalam ilmu, iman, dan akhlak mulia. (*/tim)
