Waktu Tidak Pernah Menunggu

Waktu Tidak Pernah Menunggu
*) Oleh : M. Mahmud
Ketua PRM Kandangsemangkon Paciran Lamongan Jawa Timur
www.majelistabligh.id -

Waktu tidak pernah menunggu. Ia terus berjalan, membawa kita pada cerita baru. Jangan biarkan dirimu tertinggal hanya karena takut mencoba.

Waktu Tidak Pernah Menunggu, sebuah kalimat sederhana, tapi penuh makna. Ia bisa menjadi pengingat, cambuk, bahkan pelita.

Waktu adalah amanah: Setiap detik adalah titipan yang tak bisa diulang. Kita tidak bisa menunda hidup, hanya bisa memilih bagaimana menjalaninya.

Kesempatan tidak menunggu kesiapan: Kadang kita menunggu momen ideal, padahal waktu terus berjalan. Yang siaplah yang akan memetik buahnya.

Kehidupan adalah perjalanan, bukan penantian: Menunggu tanpa bergerak adalah kehilangan. Bergerak, meski pelan, adalah bentuk syukur atas waktu.

Jangan tunda kebaikan: Jika ada niat baik, lakukan sekarang. Menunda bisa berarti kehilangan momentum dan makna.

Bangkit sebelum terlambat: Waktu tidak menunggu kita pulih dari kecewa. Tapi kita bisa memilih untuk bangkit dan melangkah.

Setiap hari adalah peluang baru: Waktu tidak menunggu, tapi ia memberi kita kesempatan baru setiap pagi.

Beberapa ayat Al-Qur’an menegaskan bahwa waktu adalah amanah yang terus berjalan, tidak pernah menunggu manusia. Di antaranya adalah QS. Al-‘Asr, QS. Al-Munafiqun: 11, dan QS. Al-Fajr: 1–2.

1. QS. Al-‘Ashr: 1
وَالْعَصْرِۙ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ࣖ
Artinya: Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.

Makna: Allah bersumpah atas waktu, menandakan betapa penting dan mendesaknya. Waktu terus berlalu, dan manusia akan merugi jika tidak mengisinya dengan iman, amal, dan perjuangan.

Refleksi: Waktu tidak menunggu siapa pun. Yang tidak memanfaatkannya akan tertinggal dan merugi.

2. QS. Al-Munafiqun (63:11)
وَلَنْ يُّؤَخِّرَ اللّٰهُ نَفْسًا اِذَا جَاۤءَ اَجَلُهَاۗ وَاللّٰهُ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Artinya: Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang. Allah Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

Makna: Ketika ajal tiba, tidak ada penundaan. Waktu hidup adalah kesempatan yang terbatas.
Refleksi: Kita tidak bisa meminta tambahan waktu saat akhir datang. Maka, gunakan waktu sebelum penyesalan tiba.

3. QS. Al-Fajr: 1-2
وَالْفَجْرِۙ وَلَيَالٍ عَشْرٍۙ
Artinya: Demi waktu fajar, demi malam yang sepuluh.

Makna: Allah bersumpah atas waktu-waktu tertentu, menunjukkan bahwa setiap momen memiliki nilai dan urgensi.

Refleksi: Waktu-waktu istimewa seperti fajar dan malam sepuluh (Dzulhijjah) adalah peluang yang tidak datang dua kali.

Penegasan Hadis
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu: kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)

 

Tinggalkan Balasan

Search