Dalam sebuah hadis Qudsi, Nabi bersabda bahwa Allah SWT berfirman
….فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَلَئِنْ سَأَلَنِي لأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيْذَنَّهُ
[رواه البخاري]
…”Jika Aku telah mencintainya (seorang hamba) maka Aku adalah pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang dia gunakan untuk melihat, tangannya yang digunakannya untuk memukul dan kakinya yang digunakan untuk berjalan. Jika dia meminta kepadaku niscaya akan aku berikan dan jika dia minta perlindungan dari-Ku niscaya akan Aku lindungi” (Riwayat Bukhori.)
Wali adalah sebutan khusus bagi seseorang yang terbukti sangat dekat dengan Sang Pencipta hingga Allah rela menjadi pendengaran, penglihatan, tangan dan kakinya. Artinya, apa yang didengar, apa yang dilihat dan apa yang dilakukan senantiasa dalam bimbingan Allah SWT. Bahkan saking dekatnya Allah pada hambaNya, maka semua yang diminta akan diberi, dan Allah akan menolong kapan pun seorang hamba memintanya.
Sesungguhnya semua itu adalah suatu indikator yang bisa diketahui oleh siapapun demi mendifinisi dirinya, apakah kegiatan telinga, mata, tangan, dan kakinya telah mencerminkan perbuatan yang paling disuka oleh Kekasihnya? Sedangkan seluruh kebutuhan hamba telah ada pada lingkup ketetapan takdirNya. Bahkan ampunan dan pahala juga telah disiapkan dan bisa diambil dengan berbagai cara sesuai minat seorang hamba, dari sisi yang ia bisa.
Dalam surat Ahzab [33:35 ]
إِنَّ ٱلۡمُسۡلِمِینَ وَٱلۡمُسۡلِمَـٰتِ وَٱلۡمُؤۡمِنِینَ وَٱلۡمُؤۡمِنَـٰتِ وَٱلۡقَـٰنِتِینَ وَٱلۡقَـٰنِتَـٰتِ وَٱلصَّـٰدِقِینَ وَٱلصَّـٰدِقَـٰتِ وَٱلصَّـٰبِرِینَ وَٱلصَّـٰبِرَ ٰتِ وَٱلۡخَـٰشِعِینَ وَٱلۡخَـٰشِعَـٰتِ وَٱلۡمُتَصَدِّقِینَ وَٱلۡمُتَصَدِّقَـٰتِ وَٱلصَّـٰۤىِٕمِینَ وَٱلصَّـٰۤىِٕمَـٰتِ وَٱلۡحَـٰفِظِینَ فُرُوجَهُمۡ وَٱلۡحَـٰفِظَـٰتِ وَٱلذَّ ٰكِرِینَ ٱللَّهَ كَثِیرࣰا وَٱلذَّ ٰكِرَ ٰتِ أَعَدَّ
ٱللَّهُ لَهُم مَّغۡفِرَةࣰ وَأَجۡرًا عَظِیمࣰا
Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin , laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.
Di akhir ayat di atas, Allah berfirman bahwa “Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” Artinya betapa banyak dan mudahnya cara untuk melakukan pendekatan sekedar menjadi (wali) hamba yang dicintai Allah yang selalu mendapat ampunan dan pahala dari Nya.
Dengan berislam, beriman, setia taat hatinya, bersabar, khusyuk, bersedekah, berpuasa, memelihara kehormatan, banyak mengingat Allah, maka sebagaimana Ramadan dengan peningkatan ampunan dan pahala dari Allah, sangat memungkinkan seorang hamba menjadi wali (kekasihNya), karena telah terhapusnya dosa dan pahala yang sangat besar. Lalu berdoa pun tanpa ada yang terabaikan dari ijabah-Nya. Wallahu a’lamu.
