Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu Dijadwalkan Hadiri AMM Zona Malang Raya

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu Dijadwalkan Hadiri AMM Zona Malang Raya
www.majelistabligh.id -

Wali Kota Batu, Nurochman, S.H., M.H., dan Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, S.H., M.H., dijadwalkan akan hadir dalam pembukaan gelaran Akademi Mubaligh Muhammadiyah (AMM)#5 Zona Dakwah Malang Raya.

Kegiatan bergengsi yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur tersebut akan berlangsung selama tiga hari, mulai 30 Oktober hingga 1 November 2026, di Apple Sun, Kota Batu.

Rencana kehadiran dua pimpinan daerah ini menyuntikkan semangat dan antusiasme tinggi bagi para peserta serta panitia penyelenggara. Tak hanya itu, aura kemeriahan acara pembukaan makin terasa dengan persiapan matang dari ibu-ibu ’Aisyiyah Kota Batu. Selama dua pekan terakhir, mereka intensif berlatih alunan musik tradisional angklung demi menyuguhkan penampilan terbaik untuk menyambut para tamu undangan.

Kesiapan Kota Batu sebagai tuan rumah dipastikan langsung oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Batu. Ketua PDM Kota Batu, H. Tsalis Rifai, S.T., M.T., menegaskan komitmen penuh jajarannya untuk mematangkan segala persiapan teknis dan lokasi acara agar kegiatan berjalan lancar.

“Panitia lokal akan standby di lokasi acara. Kami ingin memastikan kegiatan ini tidak hanya sukses secara pelaksanaan, tetapi juga sukses mencetak mubaligh muda Muhammadiyah yang tangguh,” ujar Tsalis Rifai saat menerima audiensi Majelis Tabligh PWM Jatim di Batu, Jumat (16/10/2026).

AMM Zona Malang Raya edisi kelima ini mencakup wilayah dakwah yang cukup luas. Kegiatan ini diikuti oleh utusan kader dari enam kabupaten/kota, yakni Kota Batu, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, hingga Kabupaten Jombang. Selain peserta reguler, panitia turut mengundang perwakilan elemen ’Aisyiyah dan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM).

Sementara itu, Direktur AMM yang juga Wakil Ketua Majelis Tabligh PWM Jawa Timur, Dr. Sholikh Al Huda, M.Phil.I., menjelaskan bahwa program kaderisasi ini digagas sebagai jawaban atas tantangan dakwah modern. Menurutnya, dinamika sosial-politik yang kian kompleks serta minimnya pendakwah di tingkat akar rumput menjadi alasan utama pentingnya penguatan kapasitas mubaligh.

“Di tingkat bawah, penetrasi ideologi dan paham keagamaan luar kian masif menggerus umat. Muhammadiyah harus hadir membawa jawaban dakwah yang tegas, jernih, dan mencerahkan,” tegas Sholikh.

Untuk itu, AMM merancang kurikulum komprehensif guna melahirkan kader yang kokoh secara akidah dan manhaj. Lulusan program ini ditargetkan menguasai tiga kompetensi utama: ideologi dan wawasan keislaman yang berkemajuan, keterampilan manajemen serta komunikasi dakwah (khitobah), hingga kemahiran praktis dalam beribadah seperti menjadi imam salat serta khatib Jumat maupun hari raya.

Dengan kolaborasi erat antara PWM Jatim dan PDM Kota Batu, helatan AMM #5 ini diharapkan menjadi momentum penting lahirnya pencerah umat yang siap meneruskan estafet dakwah Muhammadiyah di Jawa Timur. || chusnun

 

Tinggalkan Balasan

Search