Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak Muhammadiyah untuk bersama-sama membangkitkan kembali Peradaban Biru Indonesia. Akademisi dan perguruan tinggi dinilai memegang peran vital sebagai rujukan strategis pemerintah dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan maritim berkelanjutan.
Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KKP) RI, Irwan Meilano, saat menyampaikan pidato dalam Sidang Senat Terbuka Hari Jadi ke-68 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Sabtu (24/10/2026).
Irwan mengutip Surah An-Nahl ayat 14 yang menegaskan nikmat Allah Swt atas penciptaan laut sebagai sumber pangan, perhiasan, sarana transportasi, serta media mencari karunia-Nya. Menurutnya, pesan kitab suci ini mengandung mandat penting untuk menjaga kelestarian ekosistem laut, dan UMS dianggap mampu mengambil peran strategis tersebut.
“UMS di usianya yang ke-68 akan terus menjadi bagian dari proses menjaga keberlanjutan maritim Indonesia,” ujar Irwan.
Ia menekankan mendesaknya pembangunan Peradaban Biru di tengah tantangan global, seperti pertambahan populasi dunia yang berbanding terbalik dengan menyusutnya lahan pertanian di darat.
“Kita harus mengingat kejayaan Indonesia pada abad ke-18, ketika laut menjadi penopang utama kebutuhan pangan masyarakat. Pangan biru (blue food) inilah yang harus kita optimalkan kembali,” tegasnya.
Untuk mewujudkan gagasan tersebut, KKP mendorong sinergi lintas sektor, termasuk melibatkan UMS dan Jamaah Nelayan Muhammadiyah (JALAMU) yang diprakarsai Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah. Landasan ini selaras dengan ajaran Al-Ma’un yang dirintis Kiai Ahmad Dahlan, yakni membawa kemajuan yang dampaknya dirasakan langsung oleh kelompok rentan.
“Saat ini, kelompok nelayan masih menjadi salah satu kelompok masyarakat rentan dan berpendapatan rendah di Indonesia yang membutuhkan perhatian serius,” jelas Irwan.
Sebagai langkah konkret, KKP menawarkan program Kampung Nelayan Merah Putih sebagai wadah kolaborasi. Irwan menilai UMS memiliki potensi akademis yang sangat relevan untuk menyokong program tersebut.
“UMS memiliki ragam program studi, KKN Tematik, hingga tim kesehatan. Kita bisa berkolaborasi di banyak lini; jadikan program seribu kampung nelayan ini sebagai laboratorium hidup bagi mahasiswa dan dosen,” jelasnya. (*/tim)
