Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menantang kontingen Jawa Barat untuk membuktikan kualitas dan meraih prestasi tertinggi pada Kemah Santri Muhammadiyah Nasional ke-2.
Pesan tersebut ditegaskannya saat melepas rombongan di Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung), Ahad (20/9/2026).
Pesan Fajar bukan tanpa alasan. Secara capaian mutu, dua pesantren asal Jawa Barat—Darul Arqam Muhammadiyah Garut (peringkat ke-5) dan Al-Furqon Singaparna Tasikmalaya (peringkat ke-7)—berhasil menembus daftar 10 besar Pesantren Muhammadiyah Nasional dengan predikat Mumtaz.
“Secara kuantitas, pesantren kita mungkin belum terbanyak. Namun, masuknya dua pesantren dalam daftar 10 besar nasional membuktikan bahwa kita fokus pada mutu. Kemah di Malang ini adalah ajang pembuktian kualitas santri Jawa Barat,” tegas Fajar di hadapan ratusan peserta.
Mengutip pesan Buya Syafii Maarif, Fajar meminta seluruh peserta untuk “bertungkus lumus” atau berjuang secara total, berakar pada ajaran agama untuk tidak mudah menyerah. Selain mengejar gelar juara, para santri diingatkan untuk menjaga kekompakan, menumbuhkan kecerdasan sosial, serta meneladani empat sifat utama Rasulullah saw: sidik, amanah, tablig, dan fatanah.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat, Ahmad Dahlan, mengapresiasi dukungan langsung Wamendikdasmen. Ia berharap dorongan tersebut menjadi pemicu semangat bagi para santri untuk membawa harum nama daerah dan persyarikatan.
Kontingen Jawa Barat kali ini menerjunkan 264 santri yang terbagi ke dalam 27 regu dari 12 pesantren, didampingi 35 pendamping dan 10 pembina. Mereka akan bersaing dalam berbagai cabang lomba, seperti MHQ, MTQ, Dirasah Islamiyah, pidato bahasa asing, ketangkasan pramuka Hizbul Wathan, hingga pentas seni.
Ajang berskala nasional ini berlangsung pada 21–24 September 2026 di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Malang, Jawa Timur. Selain kompetisi, kegiatan dirancang untuk mempererat silaturahmi, menanamkan karakter kemandirian, dan menguatkan jaringan pesantren Muhammadiyah se-Indonesia. (*/tim)
