Ziarah Kubur: Jembatan Doa dan Pengingat Diri

*) Oleh : Ubaidillah Ichsan, S.Pd., K.Mdy.
Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TSPM) Pimda 030 Jombang
www.majelistabligh.id -

​​“Pilgrimages are the best way to talk in silence and learn about the meaning of home” (Ziarah adalah cara terbaik untuk berbicara dalam sunyi dan belajar tentang arti pulang).

​Ziarah kubur atau nyekar bukan sekadar tradisi, melainkan amalan sunah untuk mendoakan ahli kubur sekaligus melembutkan hati. Melalui ziarah, kita diingatkan bahwa dunia hanyalah persinggahan sementara.

Allah Swt berfirman,

​أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُۙ. حَتَّىٰ زُرْتُمُ الْمَقَابِرَۗ

​Artinya: “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.” (Qs. At-Takatsur: 1-2)

​Dalam Ayat ini Allah mengingatkan bahwa kesibukan bermegah-megahan sering kali melalaikan manusia hingga maut menjemput.

Ziarah adalah obat agar kita kembali fokus pada bekal akhirat. Dalam sebuah hadis, Anas bin Malik berkata bahwa Rasulullah saw bersabda:

​كنت نهيتكم عن زيارة القبور ألا فزوروها فإنها ترق القلب ، وتدمع العين ، وتذكر الآخرة ، ولا تقولوا هجرا

​Artinya: “Dulu aku pernah melarang kalian berziarah kubur. Namun sekarang, berziarahlah. Karena ziarah kubur dapat melembutkan hati, menitikkan air mata, dan mengingatkan kalian akan akhirat. Namun, janganlah kalian mengucapkan perkataan yang tidak layak (al-hujr) saat berziarah.” (HR. Al-Hakim No. 1393)

Hadis ini mengingatkan bahwa kematian dan mengunjungi orang mati serta kuburan mengingatkan kita akan akhirat. Dan memotivasi kita untuk berbuat baik dan berusaha mencapainya.

Adab Berziarah

Agar ibadah ini bernilai pahala dan tidak menyimpang, perhatikan hal berikut:

  1. ​Ucapkan Salam: Menyapa ahli kubur dengan doa keselamatan.

berikut ini,

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَلَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ االْعَافِيَةَ

Artinya: “Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.”(HR. Muslim No. 975)

  1. ​Jaga Kesantunan: Tidak menginjak makam atau duduk di atasnya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«لَأَنْ يَجْلِسَ أَحَدُكُمْ عَلَى جَمْرَةٍ فَتُحْرِقَ ثِيَابَهُ فَتَخْلُصَ إِلَى جِلْدِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَجْلِسَ عَلَى قَبْرٍ

Artinya: “Seandainya seseorang duduk di atas bara api sehingga membakar pakaiannya sampai kulitnya, itu lebih baik baginya dibandingkan duduk di atas kuburan.” (HR. Muslim No. 971).

  1. ​Luruskan Niat: Fokus memohonkan ampunan bagi mayit kepada Allah, bukan meminta bantuan kepada ahli kubur. Allah Swt berfirman,

وَٱلَّذِينَ جَآءُو مِنۢ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلْإِيمَٰنِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

Artinya: “Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”(Qs. Al-Hasyr:10)

Ayat ini menunjukkan bahwa hubungan orang hidup dengan orang mati adalah dalam bentuk Istighfar (memohonkan ampun), bukan meminta bantuan (istighotsah).

  1. ​Jaga Lisan: Hindari ucapan yang tidak layak (Al-hujr). Allah Swt berfirman,

​وَقُل لِّعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنزَغُ بَيْنَهُمْ….

Artinya: “Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: ‘Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (paling baik). Sesungguhnya setan itu (selalu) menimbulkan perselisihan di antara mereka…'” (Qs. Al-Isra’: 53)

Ayat ini mengajarkan pentingnya menjaga adab, sopan santun, dan keharmonisan dalam bermasyarakat dengan mengontrol lisan agar tidak dimanfaatkan oleh setan.

Jadi, ziarah tidak harus menunggu momen Lebaran. Jadikan kunjungan ini sebagai momentum evaluasi diri agar kita semakin semangat dalam beramal saleh sebelum giliran kita yang dikunjungi.

​Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Search