Agama Adalah Akhlak, Langkah Awal Membuka Qolbu

Agama Adalah Akhlak, Langkah Awal Membuka Qolbu
*) Oleh : M. Mahmud
Ketua PRM Kandangsemangkon Paciran Lamongan Jawa Timur.
www.majelistabligh.id -

“Agama adalah akhlak” sesungguhnya merangkum inti dari banyak ajaran spiritual: bahwa agama bukan sekedar ritual, simbol, atau identitas, melainkan harus tampak nyata dalam perilaku sehari-hari.

Agama bukan sekedar menghafal ayat-ayat, agama bukan sekedar kemampuan menghafal hadis-hadis, agama bukan sekedar kemampuan melantunkan suara ketika baca ayat. Agama adalah akhlak.

Makna Filosofis

* Agama sebagai nilai hidup: Agama hadir untuk menuntun manusia agar berbuat baik, bukan hanya untuk dihafal atau diperdebatkan.

* Akhlak sebagai manifestasi agama: Salat, puasa, zakat, dan ibadah lainnya menjadi bermakna bila melahirkan kejujuran, kasih sayang, amanah, dan kepedulian.

* Kesatuan batin dan lahir: Agama mengakar di hati (iman) lalu tampak dalam tindakan (akhlak). Tanpa akhlak, agama kehilangan ruhnya.

Rujukan Qur’ani
* QS. Al-Qalam: 4
وَاِنَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ
Artinya: Sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung.

* Nabi diutus bukan untuk memperbanyak ritual, tetapi “untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”

Ternyata kita oleh Allah diberikan dua buah penglihatan. Bukan dua buah mata. Satu penglihatan ruhani dan yang kedua penglihatan jasmani.

Penglihatan Jasmani
* Terikat pada mata fisik.
* Hanya mampu menangkap materi: warna, bentuk, cahaya.
* Terbatas: tidak bisa menembus dinding, tidak bisa melihat masa depan, tidak bisa menyingkap hakikat.

Penglihatan Ruhani
* Berasal dari hati dan ruh.
* Mampu menangkap makna, hikmah, dan kebenaran di balik materi.
* Tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, karena ia berhubungan dengan cahaya Allah.
* Inilah yang disebut dalam Qur’an Surah Al-Hajj: 46
اَفَلَمْ يَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَتَكُوْنَ لَهُمْ قُلُوْبٌ يَّعْقِلُوْنَ بِهَآ اَوْ اٰذَانٌ يَّسْمَعُوْنَ بِهَاۚ فَاِنَّهَا لَا تَعْمَى الْاَبْصَارُ وَلٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوْبُ الَّتِيْ فِى الصُّدُوْرِ
Artinya: Tidakkah mereka berjalan di bumi sehingga hati mereka dapat memahami atau telinga mereka dapat mendengar? Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang berada dalam dada.

Makna: Allah menegaskan bahwa kebutaan sejati bukanlah fisik, melainkan kebutaan ruhani—ketidakmampuan hati menangkap kebenaran.

QS. Al-Isra: 36
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ ۗاِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا
Artinya: Janganlah engkau mengikuti sesuatu yang tidak kau ketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.

Makna: Tiga instrumen utama manusia—telinga, mata, dan hati—adalah amanah. Penglihatan jasmani dan ruhani sama-sama akan dihisab.

QS. Al-Mulk: 23
قُلْ هُوَ الَّذِيْٓ اَنْشَاَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَۗ قَلِيْلًا مَّا تَشْكُرُوْنَ
Artinya: Katakanlah, “Dialah Zat yang menciptakanmu dan menjadikan bagimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani. (Akan tetapi,) sedikit sekali kamu bersyukur.”

Makna: Allah menekankan bahwa penglihatan bukan hanya fisik, tetapi juga batiniah, dan keduanya harus disyukuri.

QS. An-Nahl: 78
وَاللّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْـًٔاۙ وَّجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Artinya: Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani agar kamu bersyukur.

Makna: Sejak lahir, manusia diberi perangkat jasmani dan ruhani untuk mengenal kebenaran.

 

Tinggalkan Balasan

Search