Malu bertanya sesat di jalan. Istilah tersebut sangat populer di kalangan masyarakat. Bisa dikatakan, sikap malu bertanya akan mengantarkan seseorang pada kegagalan, dan hal yang mendasari kegagalan tersebut ialah tidak adanya komunikasi yang sebenarnya sangat penting.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :
“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui”.
(QS. An Nahl : 43)
Ketika kita tidak malu untuk bertanya kepada orang lain, artinya kita sudah berusaha untuk menjalin komunikasi yang baik. Sebab seseorang yang pandai berkomunikasi dengan baik dengan orang lain, maka hidupnya akan dipenuhi dengan cinta, kasih sayang serta ilmu yang berasal dari orang lain,
Rasa malu sangat berpengaruh dalam pergaulan, ia akan menjadi orang yang selalu merasa diasingkan dalam lingkungannya, keterasingan yang kemudian akan membuat dirinya muncul sebuah pemikiran pemikiran negatif yang bisa berpengaruh munculnya sebuah permasalahan.
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :
“Tidak akan mendapatkan ilmu orang yang malu bertanya dan sombong”.
(HR. At Thirmidzi)
Ketika kita tidak mengedepankan sikap malu bertanya, maka artinya kita telah berusaha untuk menjadi pribadi yang beruntung. Dengan aktif bertanya, kita sama saja sedang memperkuat jalinan persaudaraan dan silaturahmi dengan orang lain. Sudah semestinya sikap malu dihilangkan dari kita, sehingga setiap harinya kita akan dikelilingi orang orang yang sayang dan cinta kepada kita.
– Bertanya adalah sebuah kunci yang bisa menyampaikan terhadap apa yang ada di dalam hati dari makna ilmu dan rahasia yang tersimpan.
– Ketahuilah, sesungguhnya bertanya dalam keadaan butuh, di waktu bingung dan karena tujuan menambah pengetahuan dan pencerahan, adalah kebiasaan orang yang baik.
InsyaAllah bermanfaat.
