Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur (MT PWM Jatim) resmi menutup kegiatan Akademi Mubaligh Muhammadiyah (AMM) angkatan ke-5 Malang Raya, Ahad (1/11/2026), di Apple Sun Learning Center, Kota Batu. Penutupan ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat dan komitmen peserta dalam mengembangkan dakwah serta mempersiapkan diri menjadi mubaligh Muhammadiyah yang moderat, mencerahkan, dan berkemajuan.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan serta para mubaligh dari Majelis Tabligh PWM Jatim. Penutupan AMM sekaligus menandai berakhirnya rangkaian pembekalan intensif selama tiga hari yang bertujuan meningkatkan kapasitas keilmuan, karakter, dan keterampilan dakwah para peserta.

Dalam sambutannya, Direktur AMM Majelis Tabligh PWM Jatim Dr. Sholihul Huda, MFil I menegaskan, seorang mubaligh Muhammadiyah tidak cukup hanya menguasai ilmu agama. Mereka juga harus memiliki karakter kuat sebagai landasan dalam menjalankan dakwah di tengah masyarakat.
“Selain menguasai ilmu agama, hendaknya mubaligh Muhammadiyah memiliki lima karakter utama, yaitu moderat, memiliki karakter tajdid, mencerahkan, humanis atau inklusif, dialogis, dan menggerakkan umat,” ujar Gus Sholih, panggilan akrabnya.
Ia menambahkan, kehadiran mubaligh Muhammadiyah harus mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. Dakwah tidak hanya disampaikan melalui ceramah, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan yang mendorong perubahan positif.
“Kehadiran mubaligh Muhammadiyah harus mampu membawa pencerahan dan perubahan yang positif sehingga masyarakat setempat menjadi aktif berbuat baik,” tambahnya.
Apresiasi juga disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Batu, Ustaz Abdul Khaliq. Ia mengapresiasi semangat dan kesungguhan para peserta selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan AMM 2026.
Menurutnya, semangat, keikhlasan, dan ketekunan merupakan modal penting bagi seorang dai dalam menjalankan tugas dakwah. Para mubaligh diharapkan tidak mudah mengeluh ketika menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
“Semoga mubaligh atau dai harus selalu semangat dalam menjalankan dakwah, tidak boleh mudah mengeluh, dan senantiasa ikhlas,” ungkap Ustaz Khaliq.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Majelis Tabligh PWM Jawa Timur, Ustaz Abdul Basith, Lc, MPdi turut mengapresiasi kelancaran penyelenggaraan AMM 2026 di Kota Batu. Ia berharap seluruh pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan serta dikembangkan di lingkungan masing-masing peserta.
“Setelah ini, kembangkan ilmu dakwah yang sudah diperoleh ke kampung halaman para mubaligh,” pesan Abd Basith.
Ia juga berharap pembekalan selama tiga hari tersebut memberikan manfaat dan keberkahan bagi seluruh peserta sehingga dapat menjadi bekal dalam menjalankan amanah dakwah.
“Semoga ilmu yang kita dapatkan selama tiga hari membawa keberkahan kepada kita semua atas izin Allah Swt.,” tambahnya.
Melalui penyelenggaraan AMM angkatan ke-5 ini, PWM Jawa Timur meneguhkan komitmennya untuk meningkatkan kualitas, kapasitas, dan kepercayaan diri mubaligh Muhammadiyah. Tidak hanya berorientasi pada penguatan pemahaman keagamaan, kegiatan ini juga mendorong lahirnya dai yang proaktif, adaptif, inklusif, dan mampu merespons keberagaman serta dinamika kehidupan masyarakat.
Dengan demikian, para lulusan AMM diharapkan tidak hanya menjadi penyampai pesan keagamaan, tetapi juga penggerak perubahan sosial yang menghadirkan nilai-nilai Islam berkemajuan, memperkuat kepedulian sosial, dan menebarkan manfaat bagi masyarakat. (Salmanudin Hafizh – Peserta AMM Malang Raya 2026)
