Asah Kemampuan Humas Sekolah, AJM Ajarkan Branding Pendidikan Berkemajuan Berbasis Jurnalistik

Asah Kemampuan Humas Sekolah, AJM Ajarkan Branding Pendidikan Berkemajuan Berbasis Jurnalistik
www.majelistabligh.id -

Di tengah gempuran algoritma media sosial, kecerdasan buatan (AI), dan banjir informasi yang sering kali mengaburkan fakta (hoax) , profesi jurnalisme menghadapi tantangan sekaligus peluang yang belum pernah ada sebelumnya.

Merespons dinamika ini, Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah (MPI PP) menggelar Akademi Jurnalis Muhammadiyah (AJM) mengusung tema optimalisasi kehumasan sekolah. MPI menyoroti pentingnya branding pendidikan berkemajuan berbasis jurnalistik.

Sebanyak 40 peserta utusan dari sejumlah sekolah mengikuti acara yang berlangsung di Aula gedung Madina Pesantren Entrepreuneur Muhammadiyah (PEM) Gondanglegi Malang, Sabtu – Ahad, (10–11/10/ 2026). Atmosfer akademik dan semangat jurnalisme berpadu dalam forum ini.

Acara ini secara resmi dibuka oleh Ketua MPI PP Muhammadiyah Prof. Dr. Muchlas dan dihadiri  MT, Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si, Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah Didik Suhardi, Ph.D serta Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang () dan dihadiri juga oleh Dr. H. M. Nurul Humaidi, M.Ag.

Dalam sambutannya Prof Dadang Kahmad, M.Si memaparkan, branding, informasi yang dikeluarkan, harus lahir dari realitas, bukan narasi yang dibuat-buat, narasi yang bombastis tetapi kosong, tetapi harus berdasarkan data.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan jurnalis ini dan merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas komunikasi publik satuan pendidikan Muhammadiyah, sekaligus membangun ekosistem informasi yang sehat, edukatif, dan berkemajuan,” Jelasnya.

Kemampuan yang harus dimiliki humas sekolah

Dalam perspektif Muhammadiyah, jurnalistik memiliki fungsi dakwah, fungsi edukasi, dan transformasi sosial. Melalui jurnalistik yang baik, sekolah tidak hanya menyampaikan informasi, tapi juga menyebarkan inspirasi, menumbuhkan optimisme, dan memperkuat semangat belajar masyarakat.

Menurutnya, sebagai pengelola media/ humas sekolah harus mempunyai beberapa kemampuan. Pertama, kemampuan menulis dan mengemas informasi secara menarik, akurat, dan berimbang. Kedua, Mempunyai kemampuan untuk memanfaatkan media digital dan media sosial secara produktif dan bertanggung jawab.

Ketiga, memiliki kemampuan membangun citra institusi yang berlandaskan fakta, prestasi, dan integritas. Bukan berdasarkan pada karangan. Lebih dalam ia mengutip salah satu ayat didalam surat Al -Hujurat : 6. Kandungan utama dari surat tersebut adalah perintah untuk melakukan tabayyun (meneliti, memeriksa, atau mengonfirmasi kebenaran) ia menegaskan untuk memerangi hoaks.

Keempat, mempunyai kemampuan menjadikan media sekolah sebagai sarana dakwah, dakwah Islam berkemajuan yang mencerahkan dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Yang kelima, mempunyai kemampuan melawan hoaks, disinformasi, dan konten-konten yang merusak nilai-nilai pendidikan melalui karya jurnalistik yang berkualitas.

“Melawan hoaks itu bukan dengan marah-marah, bukan dengan kita mengajukan ke Kominfo, tapi kita melawan dengan meng-upload atau mem-posting narasi-narasi yang benar, narasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Pentingnya jejaring dalam pengelolaan media sekolah

Pengelola media sekolah dituntut untuk profesional dalam memberitakan apa yang ada di lingkungan sekolahnya dan berorientasi pada kemaslahatan. Selain itu, mereka dituntut untuk memperluas jejaring antar pengelola media sekolah Muhammadiyah, saling berbagi pengalaman, saling memperkuat kapasitas, dan saling mengangkat praktik-praktik baik yang tumbuh di lingkungan persyarikatan.

Hal ini bertujuan agar sekolah tidak hanya fokus pada quantity (memiliki banyak sekolah ) yang bekerja dengan baik, tapi juga memiliki ekosistem komunikasi yang mampu memperlihatkan kontribusi besar pendidikan Muhammadiyah bagi bangsa.

“Muhammadiyah harus terus bekerja nyata untuk kemajuan masyarakat. Namun kerja nyata itu juga harus mampu kita ceritakan dengan benar, menarik dan bermakna, agar manfaatnya lebih luas dan menginspirasi lebih banyak orang,” pungkas Dadang

Melalui akademi ini, diharapkan para jurnalis / humas sekolah bisa mengemas dengan baik branding sekolah masing-masing dengan memanfaatkan momentum dan media sosial yang dimiliki. Sehingga, masyarakat semakin mengenal kualitas pendidikan Muhammadiyah dan makin percaya bahwa sekolah Muhammadiyah adalah pilihan terbaik untuk melahirkan generasi Islam yang unggul, berkarakter, berilmu, dan berkeadilan. (rizka sri wulandari)

Asah Kemampuan Humas Sekolah, AJM Ajarkan Branding Pendidikan Berkemajuan Berbasis Jurnalistik

Tinggalkan Balasan

Search