Asah Kompetensi Siswa, SMP UMP Gelar Uji SKT Pandu Hizbul Wathan

Asah Kompetensi Siswa, SMP UMP Gelar Uji SKT Pandu Hizbul Wathan
www.majelistabligh.id -

SMP Muhammadiyah Unggulan Purwokerto (SMP UMP) menggelar Uji Syarat Kenaikan Tingkat (SKT) Pandu Hizbul Wathan Golongan Purwa pada Kamis–Jumat (15–16/10/2026). Kegiatan ini menjadi sarana bagi siswa untuk mengasah keterampilan kepanduan sekaligus membangun karakter dan kedisiplinan.

Sebanyak 71 siswa kelas VIII mengikuti kegiatan yang berlangsung di Germanggis, Cilongok, Banyumas. Mereka terbagi menjadi delapan regu, terdiri atas empat regu putra dan empat regu putri.

Asah Kompetensi Siswa, SMP UMP Gelar Uji SKT Pandu Hizbul Wathan
Sebanyak 71 siswa mengikuti  uji SKT Pandu Hizbul Wathan Golongan Purwa di Germanggis, Cilongok, Banyumas. (dok)

Kepala SMP UMP, Zahra Ikhsanda, S.Sos, MA, Gr melepas langsung para peserta pada Kamis (15/10/2026) di halaman sekolah dalam rangkaian upacara pembukaan.

Dalam amanatnya, Zahra menegaskan, latihan kepanduan memiliki peran penting dalam pendidikan karakter. Menurutnya, proses pendidikan tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di lapangan.

“Dengan para murid mengikuti Uji Syarat Kenaikan Tingkat, diharapkan dapat mengevaluasi hasil latihan selama satu tahun terakhir. Kegiatan ini juga merupakan media penanaman kedisiplinan dan kekompakan,” ujar Zahra.

Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan baik. Zahra juga berharap pengalaman selama kegiatan dapat menjadi bekal bagi para siswa dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Dalam Uji SKT kali ini, panitia menguji 24 kemampuan atau kompetensi yang harus dikuasai seorang Pandu Hizbul Wathan (HW). Para peserta menjalani ujian melalui sistem jelajah alam dengan melewati enam pos.

Pelatih HW tidak bekerja sendiri dalam proses penilaian. Sejumlah guru SMP UMP juga terlibat sebagai penguji untuk menilai kemampuan peserta dalam menerapkan berbagai keterampilan kepanduan.

Materi ujian mencakup kemampuan menentukan arah mata angin menggunakan kompas maupun tanpa kompas. Peserta juga harus memahami aba-aba formasi, melakukan pertolongan pertama, serta mengibarkan dan menurunkan bendera Merah Putih.

Melalui ujian tersebut, siswa mendapat kesempatan untuk menunjukkan hasil latihan selama satu tahun terakhir. Mereka juga berlatih menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam situasi yang menuntut ketelitian, kerja sama, serta kedisiplinan.

Sistem jelajah alam membuat peserta harus menyelesaikan tantangan di setiap pos. Pembagian kelompok juga mendorong setiap anggota regu untuk bekerja sama selama menjalani seluruh rangkaian pengujian.

Selain menguji keterampilan kepanduan, panitia menghadirkan sejumlah kegiatan untuk mempererat kebersamaan antarpeserta. Pada malam Jumat, setiap regu menampilkan kreasi mereka dalam pentas seni.

Peserta juga mengikuti battle yel-yel antar regu untuk menunjukkan kekompakan dan kreativitas kelompok. Rangkaian kegiatan malam tersebut kemudian ditutup dengan api unggun ceria.

Kegiatan ini tidak hanya menitikberatkan pada keterampilan teknis. Panitia juga membiasakan peserta melaksanakan salat tahajud sebagai bagian dari identitas Kepanduan Hizbul Wathan.

Pembiasaan ibadah tersebut melengkapi proses pendidikan karakter selama kegiatan berlangsung. Para siswa mengikuti aktivitas yang memadukan keterampilan kepanduan, kebersamaan, kedisiplinan, dan penguatan nilai-nilai keagamaan.

Melalui kegiatan ini, SMP UMP memberikan ruang bagi siswa untuk belajar di luar kelas. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan yang menghubungkan pengetahuan, keterampilan, dan pembentukan karakter.

Sebagai sekolah unggulan di Purwokerto, SMP UMP mengintegrasikan kegiatan kepanduan dengan pembiasaan nilai-nilai keislaman. Pendekatan ini turut memperkuat karakter pendidikan sekolah yang relevan bagi orang tua yang mencari sekolah Islam favorit di Purwokerto.

Pelaksanaan Uji SKT Pandu Hizbul Wathan Golongan Purwa menjadi kesempatan bagi siswa kelas VIII untuk mengukur kemampuan sekaligus memperkuat pengalaman berorganisasi. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, siswa diharapkan mampu membawa nilai kedisiplinan, kekompakan, kemandirian, dan keagamaan ke dalam kehidupan sehari-hari. (eka fadhil ibrahim)

 

 

Tinggalkan Balasan

Search