Balas Keburukan dengan Kebaikan

Balas Keburukan dengan Kebaikan
*) Oleh : M. Syukron Dian
Wakil Ketua Bidang Majelis Kader & SDI PCM Candi
www.majelistabligh.id -

#Sambung – Maafkan – Loman

Dari Uqbah bin Amir r.a. ia berkata:
Aku bertemu Rasulullah beliau bersabda: Wahai Uqbah bin Amir:
عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ: لَقِيتُ رَسُولَ اللهِ ص م، فَقَالَ: يَا عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ، صِلْ مَنْ قَطَعَكَ، وَاعْفُ عَمَّنْ ظَلَمَكَ، وَأَعْطِ مَنْ حَرَمَكَ
Sambunglah seduluran yang memutuskan silaturahmi denganmu, maafkanlah orang yang mendzolimimu, dan tetap memberi meskipun tidak pernah diberi. (HR. Ahmad).

1. Sambunglah Silaturahmi. QS. Ar-Ra’d: 13/21
وَالَّذِيْنَ يَصِلُوْنَ مَااَمَرَ اللّٰهُ بِه اَنْ يُّوْصَلَ وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُوْنَ سُوْءَ الْحِسَاب
• Ayat ini menjelaskan salah satu ciri orang berakal (ulul albab) yang dijanjikan surga yaitu menjaga silaturahmi, taat perintah Allah, takut kepada Allah, dan takut hisab yang buruk. Sambung seduluran kekerabatan, keimanan, dan hubungan baik sesama manusia yang diperintahkan Allah untuk dipertahankan. QS. Ar-Ra’d:13/21.
• Sambung seduluran saklawase: dowo umure, sehat awake, sehat dompete, akeh rezekine, adoh bala’e. (HR. Bukhori dan Muslim).
• Empat jalan masuk surga: Tebar salam, beri makan, sambung seduluran, sholat malam dikerjakan. (HR. Tirmidzi).
• Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahmi. (HR. Bukhori & Muslim) Silaturahmi adalah perintah Allah, memutusnya berarti melanggar perintah tersebut, dampaknya bisa menghalangi seseorang dari surga (jika tidak bertobat).

2. Maafkanlah orang yang mendzalimimu. Qs. Ali-Imran: 3/134
• Orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain, dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS. 3/134).
وَجَزٰٓؤُا سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثلُهَا فَمَن عَفَا وَاَصلَحَ فَاَجرُه عَلَى اللّٰهِ اِنَّه لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِينَ‏
• Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barangsiapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang zalim. (QS. Asy-Syura: 42/40)
• Dunia bilang: “Kalau disakiti, balas! Tapi Nabi ﷺ mengajarkan: Kalau disakiti, maafkan, maka Allah akan memuliakanmu.

3. Tetap berbagi tanpa menunggu balasan. Qs. Al-Insan: 76/9
• Sesungguhnya kami memberi makan kepada kalian hanyalah karena mengharap wajah Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kalian dan tidak pula ucapan terima kasih. QS. Al-Insan: 76/9.
• Memberi itu bukan transaksi dengan manusia, tapi investasi dengan Allah.
• Ikhlas itu tetap memberi, meskipun tidak pernah diberi. (*)

Tinggalkan Balasan

Search