Banyak pertanyaan dan kegelisahan warga sebenarnya sudah lama ingin disampaikan kepada wakil rakyat. Persoalannya, tidak semua warga tahu harus mengetuk pintu siapa untuk menyampaikannya.
Ruang itu akhirnya terbuka ketika warga Muhammadiyah Kota Bengawan bertemu langsung dengan anggota DPRD Kota Surakarta Komisi III, Salim, dalam dialog interaktif “Muhammadiyah Menyapa Wakil Rakyat” di SD Muhammadiyah 7 Joyosuran, Selasa (29/9/2026).
Pertemuan tersebut diikuti pimpinan harian Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kota Bengawan, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Cabang Kota Bengawan, serta kepala Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di lingkungan cabang tersebut.
Dialog berlangsung cair. Pertanyaan demi pertanyaan mengalir dari peserta kepada Salim. Bahkan, menurut Salim, sesi tanya jawab masih dapat berlanjut apabila tidak terbentur waktu.
“Banyak pertanyaan yang dalam hati mereka sebenarnya ingin diutarakan kepada siapa, mereka juga bingung,” kata Salim.
Ia menilai forum tersebut menjadi ruang penting bagi warga untuk mengetahui lebih jauh langkah-langkah Pemerintah Kota Surakarta sekaligus menyampaikan persoalan yang mereka hadapi secara langsung.
“Adanya dialog interaktif ini membuka mata bagi saya dan juga para hadirin untuk lebih aware dan lebih tahu langkah-langkah dari Pemerintah Kota Surakarta,” ujarnya.
Aspirasi Tak Berhenti di Forum
Salim mengatakan antusiasme peserta menunjukkan bahwa komunikasi dua arah antara warga dan wakil rakyat dibutuhkan. Ia mengaku terkesan dengan dinamika dialog yang berlangsung.
“Interaksinya itu tidak berhenti. Kalau tadi tidak distop waktunya, mungkin akan lebih banyak lagi. Artinya, tanya jawabnya, dialog dua arahnya ini luar biasa,” katanya.
Bagi Salim, pertemuan dengan warga Muhammadiyah Kota Bengawan juga menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Saya puas betul hadir di antara para hadirin PCM Muhammadiyah. Muhammadiyah luar biasa,” ucapnya.
Muhammadiyah Ingin Aspirasi Punya Jalan
Ketua PCM Kota Bengawan, H Ghofar Ismail, mengatakan kegiatan “Muhammadiyah Menyapa Wakil Rakyat” merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi dan sinergi dengan wakil rakyat.
Menurut Ghofar, dialog tersebut menjadi kesempatan bagi warga Muhammadiyah untuk menyampaikan aspirasi sekaligus membangun pemahaman bersama mengenai persoalan dan kebutuhan masyarakat.
“Ini menjadi kesempatan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Mudah-mudahan apa yang menjadi masukan dari warga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam program-program ke depan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga berkaitan dengan program Majelis Ekonomi Muhammadiyah yang melibatkan sejumlah pengurus, di antaranya Joko Setiawan dan Roni.
Ghofar menyebut hubungan dengan Salim telah terjalin sejak sebelum Salim menjadi anggota DPRD Kota Surakarta. Hubungan tersebut, menurut dia, menjadi modal untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka.
Dari Dialog Menuju Sinergi
PCM Kota Bengawan berharap pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai forum menyampaikan pertanyaan. Aspirasi yang muncul diharapkan dapat menjadi bahan komunikasi lanjutan antara warga, Muhammadiyah, dan pemangku kebijakan.
Kehadiran pimpinan harian PCM, PRM se-Cabang Kota Bengawan, serta kepala AUM juga memperluas ruang penghimpunan aspirasi dari berbagai unsur Muhammadiyah.
Dialog itu sekaligus menunjukkan bahwa hubungan antara organisasi masyarakat dan wakil rakyat tidak harus menunggu forum reses. Komunikasi dapat dibangun melalui pertemuan yang terbuka, langsung, dan menyentuh persoalan warga.
Bagi Muhammadiyah Kota Bengawan, forum tersebut menjadi salah satu ikhtiar agar aspirasi warga tidak berhenti sebagai percakapan, tetapi memiliki jalan untuk sampai kepada pengambil kebijakan. (sugiharko)
