Cara Allah menyayangimu bukan hanya melalui hal-hal besar yang tampak jelas, tapi juga melalui bisikan lembut dalam hidupmu yang sering luput dari perhatian. Berikut beberapa cara Allah menunjukkan kasih sayang-Nya:
Tanda-Tanda Kasih Sayang Allah
1. Diberi kesempatan untuk mengenal-Nya
Jika hatimu tergerak untuk mencari makna, mendekat kepada-Nya, itu adalah tanda cinta-Nya. Hidayah adalah bentuk kasih sayang yang paling agung.
Ayat yang menjelaskan bahwa Allah menyayangimu dengan memberi kesempatan untuk mengenal-Nya adalah Surat Al-Qashash ayat 56. Ayat ini menegaskan bahwa hidayah adalah bentuk kasih sayang Allah yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki.
اِنَّكَ لَا تَهْدِيْ مَنْ اَحْبَبْتَ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ ۚوَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ
Artinya: Sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad) tidak (akan dapat) memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki (berdasarkan kesiapannya untuk menerima petunjuk). Dia paling tahu tentang orang-orang yang (mau) menerima petunjuk.
Ayat ini menunjukkan bahwa:
* Hidayah adalah hak prerogatif Allah, bukan hasil usaha manusia semata.
* Allah mengetahui siapa yang siap menerima petunjuk, dan kepada merekalah Dia bukakan jalan untuk mengenal- Nya.
* Kesempatan mengenal Allah adalah bentuk cinta dan rahmat-Nya, karena tidak semua orang diberi kemudahan untuk memahami dan mencintai-Nya.
Ayat Pendukung Lainya:
QS. Al-An’am: 125
فَمَنْ يُّرِدِ اللّٰهُ اَنْ يَّهْدِيَهٗ يَشْرَحْ صَدْرَهٗ لِلْاِسْلَامِۚ
Artinya: Maka, siapa yang Allah kehendaki mendapat hidayah, Dia akan melapangkan dadanya untuk menerima Islam.
Ini memperkuat bahwa kelapangan hati untuk mengenal dan menerima Islam adalah bentuk kasih sayang Allah yang mendalam.
2. Diuji dengan kesulitan
Ujian bukan hukuman, tapi cara Allah menguatkanmu, membersihkan dosamu, dan mendekatkanmu kepada-Nya. Seperti obat yang pahit tapi menyembuhkan.
Salah satu ayat Al-Qur’an yang menjelaskan bahwa ujian adalah bentuk kasih sayang Allah adalah QS. Al-Baqarah ayat 286 dan QS. Al-Ankabut ayat 2-3. Ujian diberikan untuk menguatkan iman dan menunjukkan siapa yang benar-benar sabar dan beriman.
– Al-Baqoroh: 286
لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ
Artinya: Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya.
* Ayat ini menegaskan bahwa setiap ujian sudah diukur oleh Allah sesuai kemampuan hamba-Nya.
* Ini adalah bentuk rahmat dan kasih sayang, karena Allah tidak ingin hamba-Nya hancur, tapi tumbuh dan kuat.
– QS. Al-Ankabut: 2-3
اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْٓا اَنْ يَّقُوْلُوْٓا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُوْنَ وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللّٰهُ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكٰذِبِيْنَ
Artinya Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan (hanya dengan) berkata, “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji? Sungguh, Kami benar-benar telah menguji orang-orang sebelum mereka. Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui para pendusta.
* Ujian adalah proses penyaringan dan penguatan iman.
* Allah ingin menunjukkan siapa yang benar-benar mencintai-Nya dan sabar dalam kesulitan.
3. Diberi rasa sabar dan harapan
Ketika kamu tetap bertahan dalam kebaikan meski berat, itu bukan semata kekuatanmu—itu adalah pertolongan dan cinta dari Allah.
Allah menunjukkan kasih sayang-Nya dengan memberi rasa sabar dan harapan melalui ayat-ayat seperti QS. Al-Baqarah: 153 dan QS. Az-Zumar: 53, yang menegaskan bahwa sabar adalah jalan menuju pertolongan Allah dan harapan adalah bagian dari rahmat-Nya.
QS. Al-Baqarah: 153
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
* Sabar adalah kunci pertolongan Allah.
* Allah menyertai orang-orang yang sabar, menunjukkan bahwa sabar adalah bentuk kedekatan dan kasih sayang-Nya.
QS. Az-Zumar: 53
۞ قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas (dengan menzalimi) dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
* Harapan adalah bagian dari rahmat Allah.
* Ayat ini menegaskan bahwa Allah tidak ingin hamba-Nya putus asa, bahkan setelah kesalahan besar.
4. Dikelilingi oleh orang-orang baik
Teman yang mengingatkanmu, keluarga yang mendoakanmu, guru yang membimbingmu—mereka adalah bentuk kasih sayang Allah dalam wujud manusia.
Salah satu ayat Al-Qur’an yang menunjukkan bahwa dikelilingi oleh orang-orang baik adalah bentuk kasih sayang Allah adalah QS. Al-Hujurat: 10. Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang beriman adalah bersaudara, dan Allah memerintahkan untuk memperbaiki hubungan di antara mereka.
QS. Al-Hujurat: 10.
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ ࣖ
Artinya: Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah kedua saudaramu (yang bertikai) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu dirahmati.
* Persaudaraan dalam iman adalah bentuk kasih sayang Allah.
* Allah menyuruh kita untuk menjaga hubungan baik dan saling mendamaikan, sebagai jalan menuju rahmat-Nya.
5. Diberi rasa tenang dalam ibadah dan doa
Ketika hatimu merasa damai saat sujud, saat membaca Al-Qur’an, itu adalah pelukan lembut dari Allah.
Ayat yang menjelaskan bahwa diberi rasa tenang dalam ibadah dan doa adalah QS. Ar-Ra’d: 28, yang menyatakan bahwa hati menjadi tenang dengan mengingat Allah. Ini adalah bentuk kasih sayang-Nya yang menyejukkan jiwa.
QS. Ar-Ra’d: 28
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ
Artinya: (Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.
* Ayat ini menegaskan bahwa ketenangan hati adalah buah dari dzikir dan ibadah, bukan sekadar aktivitas fisik.
* Allah memberi ketenangan sebagai bentuk cinta dan rahmat-Nya, agar hamba-Nya merasa dekat dan damai dalam ibadah.
6. Dijauhkan dari hal-hal yang kamu inginkan tapi tidak baik untukmu
Penolakan dan kegagalan kadang adalah bentuk perlindungan dari Allah. Dia tahu apa yang kamu tidak tahu.
Ayat yang paling jelas menjelaskan bahwa Allah menjauhkan kita dari hal-hal yang kita inginkan tapi tidak baik adalah QS. Al-Baqarah: 216. Ayat ini menegaskan bahwa Allah lebih tahu mana yang baik, meski kita tidak menyukainya.
QS. Al-Baqarah: 216
كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ ࣖ
Artinya: Diwajibkan atasmu berperang, padahal itu kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.
Makna mendalam dari ayat ini:
* Allah tahu apa yang terbaik untukmu, bahkan ketika kamu tidak memahaminya.
* Keinginanmu belum tentu membawa kebaikan, dan penolakan Allah bisa jadi bentuk perlindungan. (*)
