Cermin Diri, Cepatkah Kita Merespon Seruan Allah?

Cermin Diri, Cepatkah Kita Merespon Seruan Allah?
*) Oleh : Ubaidillah Ichsan, S.Pd. K. Mdy
Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TSPM) Pimda 030 Jombang
www.majelistabligh.id -

“There is no doubt that Allah listens to every prayer and Allah will not waste even the smallest thing that His servant does”
“(Tidak ada keraguan bahwa Allah mendengarkan setiap doa dan Allah tidak akan menyia-nyiakan sekecil apapun yang dilakukan hamba-Nya)”

​Seringkali kita merengek dalam doa, menuntut agar Allah segera mengabulkan setiap pinta. Kita berujar, “Ya Allah, kabulkan, saya ingin begini!” Tapi, pernahkah kita merenung sejenak? Bukankah itu seperti kita hendak mendikte Sang Pencipta?

​Tidakkah kita merasa kurang adil ketika kita menagih kecepatan dalam pengabulan, padahal saat Allah memanggil lewat seruan salat lima waktu, panggilan menunaikan Jumat, atau perintah membaca Al-Qur’an, kita kerap menanggapi dengan lamban, seadanya, bahkan abai ?

Dalam hal ini Allah SWT berfirman,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَجِيبُوا۟ لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ ۖ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ ٱلْمَرْءِ وَقَلْبِهِۦ وَأَنَّهُۥٓ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ
Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan.” (Qs. Al-Anfal: 24)

Ayat ini memerintahkan orang-orang beriman untuk segera dan sepenuh hati memenuhi seruan (mentaati perintah) Allah dan Rasul-Nya. Ketaatan segera terhadap seruan itu adalah kunci kehidupan hakiki.

​Sikap menunda inilah yang dipertanyakan, seakan Allah bertanya, “Hamba-Ku, waktu Aku seru kamu kemana?” Kita meminta dipercepat, sementara kita justru memperlambat.​ Dalam hadis, Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda,
بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِى كَافِرًا أَوْ يُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا
Artinya:
Bersegeralah melakukan amalan shalih sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap. Yaitu seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya karena sedikit dari keuntungan dunia” (HR. Muslim No.118)

Hadis ini berisi perintah untuk bersegera melakukan amalan shalih. Yang disebut amalan shalih adalah jika memenuhi dua syarat, yaitu ikhlas pada Allah dan mengikuti tuntunan Rasulullah SAW. Jika tidak memenuhi syarat ini, suatu amalan tidaklah diterima di sisi Allah.

Jadi, Jika kita menginginkan doa cepat dikabulkan harus diimbangi dengan kesiapan kita untuk cepat merespons setiap seruan dan perintah Allah. Sebelum menuntut hak, mari penuhi kewajiban. Perbaiki pola hidup dengan bersegera dalam ketaatan, niscaya pertolongan dan pengabulan akan mendekat.

Semoga bermanfaat. (*)

Tinggalkan Balasan

Search