Cermin Diri

Cermin Diri
*) Oleh : Suharto Fauzan
Pegiat Literasi (Simpatisan Muhammadiyah)
www.majelistabligh.id -

Di antara tanda manusia yang tertipu, adalah kebutaannya terhadap aibnya sendiri dan kepintarannya melihat aib orang lain. (Sari As-Saqati)

Awal dari sebuah tipuan besar adalah saat mata hati tak mampu melihat kelemahan dan kesalahan diri sendiri. Dan ironisnya, mata kita begitu tajam menatap kehidupan orang lain. Kita seolah dianugerahi kemampuan luar biasa untuk mengendus kesalahan sekecil apa pun, mencari-cari cela, dan bahkan mengupas tuntas aib saudara kita sendiri.

Kepintaran ini, sayangnya, bukanlah sebuah kebaikan, melainkan cerminan dari hati yang dipenuhi oleh prasangka dan rasa lebih tinggi.

Ketika kebutaan terhadap diri sendiri bertemu dengan kepintaran menilai orang lain, lahirlah sebuah karakter yang celaka: merasa diri paling benar dan orang lain selalu salah. Kita menjadi hakim yang lalim, sibuk menghukum orang lain. Padahal tanpa disadari, kita sendiri sedang berdiri di atas fondasi yang rapuh.

Marilah kita sejenak membalikkan cermin yang selama ini kita arahkan kepada orang lain, untuk menatap wajah kita sendiri dengan jujur. Mengakui aib dan kekurangan diri adalah langkah menuju perbaikan dan pembersihan hati.

Coba belajar untuk melihat orang lain dengan mata kasih sayang, bukan dengan mata penghakiman. Karena sejatinya, orang yang paling bijak adalah mereka yang menyadari bahwa dirinya masih penuh kekurangan.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Search