Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran Sidoarjo pagi tadi menerima kunjungan silaturahmi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Banguntapan Selatan – Bantul Yogyakarta beserta Ketua Takmir Masjid Muhammadiyah se-Kecamatan Banguntapan Selatan, Ahad (4/10/2026).
Rombongan berjumlah 55 orang yang menumpang satu bus itu tiba di Masjid Ar Royyan sekitar pukul 02.39 WIB dan disambut jajaran takmir dan pemuda masjid. Takmir telah menyiapkan Welcome drink, ada teh, kopi dan jahe sebagai penggugah rombongan tamu yang rata-rata masih dilanda kantuk.

Setelah adzan Subuh, rombongan mengikuti kajian rutin setiap Ahad pertama, mengaji Kitab Riyadhus Shalihin yang disampaikan Ketua Takmir Masjid Ar Royyan Ustaz Ridwan Manan.
Ketua PCM Banguntapan Selatan Dr. Aris Abdullah, M.Si menyampaikan, kunjungan silaturahmi pagi ini sebagai rangkaian kegiatan WisataMu yang menjadi program rutin dari Majelis Ekonomi PCM Banguntapan Selatan. Program tersebut selalu menjadikan masjid-masjid viral di medsos sebagai jujugan utama baru dilanjut dengan kunjungan ke obyek wisata.
“Ini kegiatan Wisatamu yang ke-3, sebagai program dari Majelis Ekonomi PCM, jadi setiap tahun ada program ini, tujuan pertama mesti masjid, baru dirangkai dengan kunjungan obyek wisata,” jelasnya.
Ketua Majelis Ekonomi PCM Banguntapan Selatan Agung Kurniawan menambahkan, program WisataMu sebagai Rekreasi Dakwah tahun ini sengaja memilih Masjid Ar Royyan Buduran untuk sharing manajemen masjid, utamanya ingin mengetahui lebih dalam kiprah pemuda dalam manajeman masjid.
“Yang kami tahu, keunggulan dari Ar Royyan ini adalah kiprah pemuda dalam dalam dakwah digitalnya. Kami ingin tahu bagaimana takmir bisa menggandeng anak muda untuk bersama-sama memakmurkan masjid,” jelasnya.
Sementara itu, dalam dialog, sejumlah persoalan ditanyakan lebih lanjut oleh rombongan PCM Banguntapan Selatan, mulai dari sumber dana kegiatan masjid yang beragam, kiat merekrut pemuda hingga bagaimana melatih kejujuran pemuda sampai bisa mengelola anggaran besar dengan amanah.
Ridwan Manan menyampaikan, ia bersyukur bisa bertemu dengan sejumlah pemuda yang umumnya dilanda ketidakpuasan dengan pengalolaan masjid-masjid sebelumnya. Mereka merasa ide-idenya tidak dipakai dan menemukan wadah yang cocok setelah di Ar Royyan.
“Bisa dikatakan pemuda-pemuda ini adalah pelarian dari masjid sebelumnya. Mereka tidak dari satu komunitas, tapi dari sejumlah masjid. Bagi kami yang penting bagaimana pemuda ini diberi kebebasan untuk mengusulkan ide dan mewujudkan idenya, yang senior-senior seperti kami tinggal mem-filter,” jelasnya.
Ustaz Ridwan lantas menyampaikan awal perjalanan mengawal para pemuda itu dengan mengajak mereka piknik bareng ke Masjid Al Falah Sragen untuk bertemu Ustaz Kusnadi. Dari piknik itulah lantas dirumuskan Masjid Ar Royyan mau dibawa kemana. Akhirnya takmir dan pemuda sepakat dengan tagline Masjid Ramah Musafir mengingat lokasi masjid yang berada di lingkungan pabrik dan pergudangan dan tidak ada warga Muhamadiyah yang ada di sekitar masjid.
Ketua Pemuda Masjid Ar Royyan Buduran Bayu Firdaus menambahkan, hampir di setiap kesempatan silaturahmi selalu muncul persoalan bagaimana mengajak generasi milenial dan Gen Z untuk berkiprah di masjd. Diakuinya, memang tidak mudah untuk merumuskan jawaban atas persoalan tersebut, apalagi masing-masing masjid tentu berbeda kondisi dan tantangannya.
“Namun menurut saya, dialog dan dialog dengan gen-z yang utama. Jangan apriori dengan ide-ide gen z,” jelasnya. (ono)
