Derap Tari Saman dan Denting Angklung Ramaikan Pembukaan AMM

Derap Tari Saman dan Denting Angklung Ramaikan Pembukaan AMM
www.majelistabligh.id -

Suasana Pembukaan Akademi Mubaligh Muhammadiyah (AMM) zona dakwah Malang Raya berlangsung meriah dan penuh energi pada Jumat (30/10/2026). Bertempat di Sun Batu Learning Center, Kota Batu, helatan dakwah ini terasa istimewa berkat sajian seni tradisi yang memadukan semangat jiwa muda dan kehangatan kebersamaan ibu-ibu Aisyiyah.

Tari Saman nan rancak serta lantunan musik angklung yang syahdu sukses menjadi primadona pembuka acara.

Daya pikat dihadirkan oleh 30 murid SMP Muhammadiyah 8 Kota Batu melalui pertunjukan Tari Saman. Begitu musik menghentak, gerakan tangan dan ketukan dada para siswa menyatu dalam tempo yang presisi. Kekompakan serta dinamika gerak yang spektakuler berhasil menyihir ratusan pasang mata yang hadir, memicu tepuk tangan riuh di seluruh penjuru ruangan.

Menariknya, penampilan memukau tersebut lahir dari persiapan yang sangat singkat. Keahlian para siswa dalam menyelaraskan ritme bukan datang dari latihan berminggu-minggu, melainkan ketajaman bakat yang sudah teruji.

“Kami latihan satu hari, langsung siap tampil,” ujar Kaila, murid kelas 8 yang menjadi salah satu penari Saman, dengan nada mantap dan senyum bangga.

Derap Tari Saman dan Denting Angklung Ramaikan Pembukaan AMM
Denting Angklung Ibiibu PCA Kecamatan Batu.

Kemampuan beradaptasi yang luar biasa ini tak lepas dari rekam jejak tim tari SMP Muhammadiyah 8 Kota Batu yang terbilang gemilang. Meski baru resmi dibentuk pada tahun 2025, tim di bawah asuhan Ibu Via ini telah mengukir prestasi beruntun. Mereka pernah menyabet Juara 1 dalam ajang School ATV dengan mengungguli lebih dari 80 peserta, serta sukses menduduki podium tertinggi pada lomba tari reog.

Lantunan Angklung

Kemeriahan acara tak berhenti di situ. Kehangatan budaya kemudian dilanjutkan oleh penampilan grup Angklung Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kecamatan Batu. Sebanyak 24 personil ibu-ibu Aisyiyah tampil anggun dan harmonis membawakan alunan musik bambu yang menyejukkan hati.

Grup angklung ini memimpin lagu kepanduan dan kebangsaan, seperti Indonesia Raya dan lagu mars Sang Surya, yang membuat suasana pembukaan semakin khidmat. Tak hanya lagu wajib, mereka juga menghibur audiens lewat dua lagu populer: lagu daerah Suwe Ora Jamu serta tembang kenangan Kapan-Kapan karya kelompok legendaris Koes Plus.

Lewat kepemimpinan Ibu Louljita sebagai dirigen, setiap benturan bambu menghasilkan nada yang saling melengkapi dan menyatu indah.

“Seni adalah jembatan dakwah yang paling lembut; ia menyatukan irama gerak anak muda dan kedalaman rasa para ibu untuk melintasi batas usia,” tutur salah satu pengurus acara mengapresiasi kolaborasi lintas generasi tersebut.

Grup angklung PCA Batu sendiri memiliki riwayat pembentukan yang sarat semangat kebersamaan. Didirikan pada 18 November 2025 oleh Ketua PCA Batu, Ibu Eka Mustika Wati, grup ini membuat debut perdananya saat perayaan Milad Muhammadiyah ke-113 di GOR Gajah Mada Kota Batu.

Perpaduan antara ketangkasan Tari Saman dari generasi muda dan kelembutan alunan Angklung PCA Batu menjadi simbol persatuan yang kokoh. Kemeriahan seni pertunjukan ini menjadi pembuka yang manis dan berkesan bagi perjalanan Akademi Mubaligh Muhammadiyah zona Malang Raya dalam mengemban misi dakwahnya ke depan. ||chusnun

 

Tinggalkan Balasan

Search