Engkau Diuji Bukan Berarti Allah Membencimu

Engkau Diuji Bukan Berarti Allah Membencimu
*) Oleh : Sigit Subiantoro
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri
www.majelistabligh.id -

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum niscaya akan memberikan ujian pada mereka siapa yang ridha. Dan siapa yang tidak terima maka akan mendapatkan murka.”
(HR Tirmidzi no. 2396 dan Ibnu Majah no. 403)

Inilah yang patut dipahami setiap insan beriman. Bahwa cobaan kadang dapat meninggikan derajat seorang muslim di sisi Allah, dan tanda bahwa Allah semakin cinta kepada hamba-Nya. Dan semakin tinggi kualitas imannya, semakin berat pula ujiannya. Namun ujian terberat ini akan dibalas dengan pahala yang besar pula. Karena itu kewajiban kita adalah bersabar. Sabar ini merupakan tanda keimanan dan kesempurnaan tauhidnya.

Dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia. Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak.” (HR Tirmidzi no. 2396, hasan shahih kata Syaikh Al-Albani)

Bagi seorang mukmin, setiap musibah yang dihadapi dengan kesabaran akan menjadi tabungan pahala di akhirat. Musibah yang diterima dengan ikhlas akan membawa ganjaran besar di sisi Allah. Bahkan, seseorang yang meninggal dalam keadaan tertentu seperti tenggelam atau akibat bencana dapat dikategorikan sebagai mati syahid.

Untuk diri sendiri, seorang mukmin boleh menganggap musibah yang menimpanya sebagai bentuk teguran dari Allah atas dosa-dosanya. Dengan demikian, ia akan semakin mendekatkan diri kepada Allah dengan istighfar dan taubat.

Untuk orang lain, kita harus bersikap penuh adab dan tidak langsung menilai bahwa musibah yang menimpa orang lain adalah akibat dosa-dosa mereka. Sebaliknya, kita harus menghibur mereka dengan mengatakan bahwa Allah sedang mengangkat derajat mereka dan memberikan pahala atas kesabaran mereka.

Jika suatu daerah terkena bencana alam, kita tidak boleh langsung menyimpulkan bahwa itu adalah akibat dosa penduduknya. Bisa jadi Allah sedang menguji mereka dan memberi kesempatan bagi mereka meraih pahala yang lebih besar di sisi-Nya.

Musibah adalah bagian dari kehidupan yang harus kita hadapi dengan keimanan dan keteguhan hati. Kita harus senantiasa berprasangka baik kepada Allah dan melihat musibah sebagai cara untuk semakin dekat dengan-Nya. Dengan kesabaran, tawakal, dan istighfar setiap musibah akan menjadi jalan menuju penghapusan dosa, peningkatan derajat, serta tabungan pahala di akhirat.

Semoga kita semua diberikan keteguhan dalam menghadapi setiap ujian dari Allah dan selalu berada dalam lindungan serta kasih sayang-Nya.

Barakallahu fiikum.

Tinggalkan Balasan

Search