Gambaran Kengerian Neraka

Gambaran Kengerian Neraka
*) Oleh : Dr. Ajang Kusmana
Pengajar Mata Kuliah AIK UMM
www.majelistabligh.id -

Gambaran kengerian neraka menurut Al-Qur’an dan Hadis meliputi siksaan fisik yang ekstrem, suhu yang sangat panas maupun dingin, serta penderitaan batin tanpa henti.

Gambaran keadaan jasad dan azab penghuni neraka:

  1. Belenggu pada leher penghuni neraka

Allah SWT berfirman:

وَجَعَلْنَا الْأَغْلَالَ فِي أَعْنَاقِ الَّذِينَ كَفَرُوا

“Dan Kami pasang belenggu pada leher orang-orang yang kafir.” QS. Saba’ 34:33

Ayat ini menggambarkan salah satu bentuk kehinaan dan azab yang akan dialami oleh orang-orang kafir di akhirat.

Al-aghlāl (الأغلال) bermaksud belenggu atau rantai yang mengikat. Ia menunjukkan bahwa penghuni neraka berada dalam keadaan terikat dan tidak mampu melepaskan diri dari azab Allah Swt.

  1. Jasad penghuni neraka mempunyai ukuran yang sangat besar

Dari hadis-hadis Rasulullah, kita mengetahui bahwa keadaan fisik manusia di akhirat tidak sama dengan keadaan manusia di dunia. Nabi bersabda:

مَا بَيْنَ مَنْكِبَيِ الْكَافِرِ مَسِيرَةُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ لِلرَّاكِبِ الْمُسْرِعِ

“Jarak antara kedua-dua bahu orang kafir adalah perjalanan tiga hari bagi penunggang yang cepat.” (Sahih al-Bukhari, dan Sahih Muslim).

Bayangkan keluasan jarak antara bahu seseorang sehingga digambarkan dengan perjalanan selama tiga hari. Ini menunjukkan betapa besarnya jasad penghuni neraka.

  1. Ketebalan kulit mencapai 42 hasta

Hadis lain dari Abu Hurairah menyebut:

إِنَّ غِلَظَ جِلْدِ الْكَافِرِ اثْنَانِ وَأَرْبَعُونَ ذِرَاعًا، وَإِنَّ ضِرْسَهُ مِثْلُ أُحُدٍ، وَإِنَّ مَجْلِسَهُ مِنْ جَهَنَّمَ كَمَا بَيْنَ مَكَّةَ وَالْمَدِينَةِ

“Sesungguhnya ketebalan kulit orang kafir ialah 42 hasta, giginya seperti Gunung Uhud, dan tempat duduknya di Jahannam adalah seperti jarak antara Makkah dan Madinah.”

Hadis ini diriwayatkan oleh al-Tirmizi no. 2577, dan al-Tirmizi menilainya hasan sahih. Riwayat al-Hakim juga menyebut ukuran 42 hasta. Jadi angka 42 hasta yang memang mempunyai asas dalam hadis.

  1. Mengapa kulit mereka begitu tebal?

Di sini terdapat satu perkara yang sangat penting. Allah Swt berfirman:

كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُم بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ

“Setiap kali kulit mereka hangus, Kami gantikan kulit mereka dengan kulit yang lain supaya mereka merasakan azab.” QS. al-Nisa’ 4:56

Ayat ini menunjukkan bahawa azab neraka bukan seperti pembakaran biasa di dunia yang berakhir apabila seseorang itu mati atau tubuhnya musnah.

Allah menggambarkan keadaan yang berterusan:

Kulit terbakar digantikan dengan kulit baharu dan azab dirasakan lagi. Ini berlaku berulang-ulang mengikut ketetapan Allah Swt.

  1. Besarnya tubuh bukan bermaksud tubuhnya sentiasa musnah

Apabila semua hadis dan ayat digabungkan, kita dapat memahami satu perkara:

Di dunia: tubuh terbakar, rusak, akhirnya mati.

Di neraka: tubuh terbakar, kulit diganti, kembali merasakan azab dan berulang.

Allah SWT berfirman:

لَا يُقْضَىٰ عَلَيْهِمْ فَيَمُوتُوا

“Mereka tidak dimatikan sehingga mereka mati.” QS. Fatir 35:36.

  1. Siapakah yang kekal selama-lamanya di neraka?

Orang kafir dan musyrik yang mati dalam kekufuran, mereka kekal di dalam neraka. Allah Swt berfirman:

وَالَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ نَارُ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا

“Dan orang-orang yang kafir, bagi mereka neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya.” QS.  Fatir 35:36.

Aqidah Ahlus Sunnah ialah orang beriman yang mati membawa iman tidak kekal selama-lamanya di neraka, walaupun dia mungkin diazab karena dosa jika Allah tidak mengampunkannya. Allah Swt berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

“Sesungguhnya Allah tidak mengampunkan syirik kepada-Nya, dan Dia mengampunkan selain daripada itu bagi sesiapa yang Dia kehendaki.” QS. al-Nisa’ 4:48.

Kandungan utama dari kalimat tersebut (merupakan terjemahan/pemaknaan dari QS. An-Nisa’ ayat 48 dan ayat 116) adalah penegasan tentang keadilan dan keesaan Allah Swt terkait pengampunan dosa:

  • Larangan dan Dosa Syirik: Allah Swt tidak akan mengampuni dosa syirik (mempersekutukan-Nya dengan sesuatu yang lain, baik pada zat, sifat, maupun perbuatan-Nya) jika pelakunya mati dalam keadaan belum bertobat darinya.
  • Pengampunan Dosa Selain Syirik: Allah Swt berhak mengampuni segala dosa di bawah syirik (seperti zina, minuman keras, mencuri, atau dosa-dosa besar/kecil lainnya) bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya, baik melalui ampunan langsung, syafaat, atau setelah pelaku menjalani hukuman di neraka.
  • Pintu Taubat Masih Terbuka: Dosa syirik tetap diampuni oleh Allah di dunia jika pelaku melakukan taubat nasuha (taubat yang sebenar-benarnya) sebelum nyawa sampai ke kerongkongan atau sebelum matahari terbit dari barat.
  • Konsekuensi Besar: Orang yang melakukan syirik dan tidak bertobat dikategorikan telah melakukan dosa yang sangat besar serta terjerumus dalam kesesatan yang nyata.

Bagi orang mukmin yang berdosa di dalam neraka, mereka akan dikeluarkan dari neraka apabila tempo siksaan telah berakhir. Orang beriman yang masuk neraka akhirnya dikeluarkan dengan rahmat Allah dan syafaat yang diizinkan-Nya, setelah mendapat balasan yang Allah tetapkan. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search