Iman Tak Akan Naik Tanpa Ilmu, Ini Pesan Penting Kiai Sholihin Fanani

Iman Tak Akan Naik Tanpa Ilmu, Ini Pesan Penting Kiai Sholihin Fanani
www.majelistabligh.id -

Iman dan takwa seseorang tidak akan meningkat tanpa bertambahnya pengetahuan terhadap agamanya.

Demikian pesan tegas Dr. KH. Sholihin Fanani, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim, saat menyampaikan tausiyah tentang pentingnya meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT.

Menurutnya, ada dua kunci utama untuk meraih keimanan dan ketakwaan yang lebih baik: pengetahuan agama dan istikamah dalam menjalankan perintah Allah.

Dia menegaskan hal ini dengan mengutip sabda Rasulullah saw: “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, maka Allah akan memahamkannya dalam urusan agama.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sementara itu, istikamah, lanjutnya, adalah fondasi konsistensi amal. Ia mengutip firman Allah SWT:

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Tuhan kami adalah Allah’, kemudian mereka tetap istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): ‘Janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih hati, dan bergembiralah kamu dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.’” (QS. Fussilat: 30)

Teladan Rasulullah: Empat Sifat Utama

KIai Sholihin juga menekankan pentingnya meneladani empat sifat utama Rasulullah saw yang menjadi cerminan iman yang benar:

1. Shiddiq (Jujur)

Kejujuran adalah pondasi utama. Segenggam kejujuran lebih berharga daripada segudang kepandaian.

2. Amanah (Dapat Dipercaya)

Kepercayaan seseorang ditentukan oleh ucapannya. Jika lisannya tak dapat dijaga, maka hancurlah nilai kemanusiaannya.

3. Tabligh (Menyampaikan Kebenaran)

Rasulullah bersabda: “Sampaikan dariku walau satu ayat.” (HR. Bukhari), dan “Katakanlah kebenaran meskipun pahit.” (HR. Ibnu Hibban)

4. Fathanah (Cerdas)

Kecerdasan harus digunakan untuk kemaslahatan umat dan menjaga nilai-nilai Islam.

Menurut KH. Sholihin, puncak dari keimanan adalah akhlak mulia, dan salah satu ciri akhlak itu adalah kemampuan menjaga perasaan orang lain, bahkan saat melakukan kebaikan.

Dia mengutip Imam Al-Ghazali yang menyebutkan bahwa pembentukan akhlak dipengaruhi oleh empat hal:

1. Pengetahuan Agama

Semakin seseorang memahami agamanya, semakin baik pula akhlaknya. Rasulullah bersabda: “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah)

2. Ilmu Pengetahuan Umum

Pola pikir yang positif akan membentuk karakter yang positif. Pikiran akan menjadi ucapan, dan ucapan menjadi tindakan.”

3. Lingkungan

Lingkungan keluarga sangat berpengaruh, bahkan berkontribusi hingga 60 persen dalam pembentukan karakter. Sementara sekolah berkontribusi 20 persen, dan pertemanan 20 persen.

4. Kebiasaan Sejak Remaja

Masa remaja adalah fase pembentukan karakter yang paling rawan, karena rasa ingin tahu sedang tinggi dan cenderung tertarik pada hal-hal negatif.

“Karena itu, menanamkan kebiasaan baik sejak usia dini sangat penting. Apa yang dibiasakan di usia muda akan terbawa hingga dewasa,” kata Kiai Sholihin.

Dia juga mengajak seluruh umat Islam untuk terus menyelaraskan ilmu dan amal, serta memperkuat kejujuran dan istiqamah dalam kehidupan.

“Mari kita tingkatkan iman dan takwa dengan ilmu, kejujuran, serta istiqamah dalam setiap langkah kehidupan kita,” pungkasnya. (wh)

Tinggalkan Balasan

Search