Jangan Khawatir, Teruslah Berkarya

Jangan Khawatir, Teruslah Berkarya
*) Oleh : Ubaidillah Ichsan, S.Pd. K. Mdy
Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TSPM) Pimda 030 Jombang
www.majelistabligh.id -

“Your time is limited, don’t spend on the lives of others”
“(Waktumu terbatas, jangan habiskan untuk hidup orang lain)”

​Hidup di era digital sering kali membuat kita merasa harus selalu terlihat dan diakui. Padahal, tidak menjadi apapun, tidak dikenal orang, atau bahkan tidak diakui keberadaannya sama sekali tidak menjadi masalah. Justru, ada keleluasaan dan ketenangan dalam menjalani hidup tanpa sorotan. Kita bisa lebih fokus berkarya, beribadah, dan berkembang tanpa terbebani ekspektasi orang lain. ​

Allah SWT berfirman,
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًا
Artinya:
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (Qs.Al-Isra’ : 36)

​Ayat ini mengingatkan kita untuk fokus pada apa yang kita ketahui dan yakini kebenarannya, bukan pada pengakuan dari orang lain. Rasulullah SAW juga pernah bersabda:

عَنْ سَعْدِ بن أَبي وَقَّاص رضي الله عنه قَالَ : سَمِعْتُ رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: إنَّ الله يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِيَّ الغَنِيّ الْخَفِيَّ.
Artinya:
Dari Saad bin Abi Waqqash, dia berkata, “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya Allah mencintai seorang hamba yang bertakwa, merasa cukup dengan pemberian Allah azza wa jalla dan tersembunyi’.” (HR. Ahmad No. 1441 dan Muslim No. 2965)

​Hadis ini menguatkan bahwa kemuliaan di sisi Allah tidak diukur dari popularitas atau pengakuan duniawi. Jadi, teruslah berbuat baik dan berkarya, karena sesungguhnya keberadaan kita diakui oleh Sang Pencipta.

Jadi, teruslah berkarya, karena nilai sejati kita bukan terletak pada pengakuan manusia, melainkan pada ketakwaan dan keikhlasan kita.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Search