Jangan Pernah Ragu Bermuhammadiyah

Jangan Pernah Ragu Bermuhammadiyah
www.majelistabligh.id -

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bekasi melalui Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) menggelar Perkaderan Baitul Arqam pada Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini berlangsung di UPTD Balai Pelatihan Kerja, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, dengan mengusung tema “Meneguhkan Ideologi, Menguatkan Basis Kader, dan Menggerakkan Islam Berkemajuan”.

Hadir sebagai salah satu narasumber utama, Wakil Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Faozan Amar, yang menyampaikan materi bertajuk “Hierarki dan Tata Aturan Muhammadiyah”. Dalam pemaparannya di hadapan jajaran pimpinan cabang, ranting, serta pengelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Kabupaten Bekasi, Associate Professor FEB UHAMKA tersebut menekankan pentingnya ketaatan struktural dan kedisiplinan konstitusi sebagai fondasi utama gerakan Islam berkemajuan.

Jangan Pernah Ragu Bermuhammadiyah
PDM Kabupaten Bekasi melalui Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) menggelar Perkaderan Baitul Arqam pada Sabtu (31/10/2026). (dok)

Acara dihadiri Wakil Ketua PDM, Edi Setiawan beserta jajaran panitia, dan dipandu oleh moderator Abdul Latif, Dosen FKIP UHAMKA.

Faozan menegaskan, kepemimpinan di Muhammadiyah bukan didasarkan atas otoritas figur semata, melainkan sistem hukum yang rasional (legal-rational authority) sesuai warisan pemikiran pendiri persyarikatan, KH. Ahmad Dahlan. Konsep kepemimpinan ini selaras dengan ajaran Al-Qur’an surah An-Nisa ayat 59 mengenai ketaatan kepada ulil amri serta surah Ash-Saff ayat 4 tentang keteraturan barisan (shaffan wahidan).

“Muhammadiyah bertahan dan terus membesar lebih dari satu abad karena kita memiliki sistem yang kokoh. Seluruh kader, dari Pimpinan Pusat hingga Pimpinan Ranting, harus tunduk pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Peraturan Organisasi (PO) yang berlaku. Tidak boleh ada kebijakan perorangan yang menabrak hierarki persyarikatan,” ujar Faozan yang juga kolumnis.

Ia juga menyuntikkan semangat kebangsaan kepada seluruh peserta agar mantap berkhidmah di Persyarikatan.

“Sebagai kader, jangan pernah ragu dalam bermuhammadiyah. Kiai Haji Ahmad Dahlan telah menanamkan akar dakwah yang kuat, dan kita ingat Presiden Soekarno yang mengatakan dengan lantang: Sekali Muhammadiyah tetap Muhammadiyah! Spirit inilah yang harus terus membakar dada setiap kader,” tegasnya disambut tepuk tangan riuh peserta.

Secara khusus, Faozan mengingatkan peserta mengenai penataan aset persyarikatan sesuai Peraturan Organisasi (PO) PP Muhammadiyah Nomor 02/PED/I.0/B/2024. Ia menginstruksikan agar seluruh aset tanah, bangunan, dan rekening Amal Usaha Muhammadiyah—mulai dari sektor pendidikan, kesehatan seperti RS PKU, hingga lembaga keuangan mikro syariah seperti BMT—didaftarkan serta disertifikasi secara sah atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

“Akuntabilitas dan transparansi adalah kehormatan Persyarikatan. Audit keuangan bersertifikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) serta penataan legalitas aset atas nama PP Muhammadiyah merupakan wujud nyata integritas kader dalam mengelola amanah publik,” tambah Faozan yang menjadi Penasehat Ranting Muhammadiyah Pondok  Cabe Ilir.

Suasana perkaderan yang berlangsung hangat dan penuh ukhuwah tersebut ditutup dengan pantun:

“Menimbun Batu Karang di Sukatani, Ditemani Ayah membeli pohon cemara; Dari Tambun hingga Cikarang kader berani, Bermuhammadiyah dengan gembira!”

Melalui Baitul Arqam ini, MPKSDI PDM Kabupaten Bekasi berharap seluruh alumni perkaderan mampu menjadi pelopor, pelangsung, dan penyempurna gerakan Muhammadiyah yang inklusif, akuntabel, serta menggembirakan di seluruh penjuru Kabupaten Bekasi. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search