”The pen is the tongue of the mind, and writing is the eternal trace of a struggle that will never be lost in time”
“(Pena adalah lidah pikiran, dan tulisan adalah jejak abadi dari sebuah perjuangan yang takkan lekang oleh waktu)”
Menjadi penulis dakwah adalah perjalanan kesabaran yang luar biasa. Setiap hari, saya konsisten merajut artikel islami, menyadari bahwa kesempurnaan lahir dari kedalaman literasi dan ketajaman melihat realitas dunia. Saya percaya, tulisan yang hebat tidak turun dari langit; ia adalah hasil dari pengasahan, latihan, dan evaluasi tiada henti.
Meski badai ujian menerpa mulai dari rasa kantuk yang berat, kejenuhan yang menghimpit, hingga cemoohan yang mencoba mematahkan semangat saya tetap melangkah. Keberhasilan bukanlah instan, melainkan buah dari keteguhan melawan rasa malas dan ketidakistiqamahan. Saya yakin, setiap tetes keringat dan lelah akan terbayar lunas saat rangkaian kata ini menjelma menjadi buku yang menginspirasi banyak jiwa.
Menulis adalah cara saya mengabadikan kebaikan. Allah SWT berfirman,
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِى ٱلسَّمَآءِ
Artinya:
”Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit.” (Qs. Ibrahim:24)
Kalimat yang baik (termasuk tulisan dakwah) diibaratkan pohon kokoh. Ia memiliki pondasi niat yang kuat (akar) dan manfaatnya dirasakan luas (buah/cabang), memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi pembacanya.
Dalam hadis, Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Artinya:
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim No. 1631)
Tulisan agama adalah sarana abadi untuk menyebarkan ilmu yang bermanfaat bahkan setelah penulisnya wafat.
Jadi, menulis adalah bentuk mujahadah (perjuangan sungguh-sungguh). Rintangan fisik dan mental adalah bumbu proses yang akan meningkatkan kualitas diri. Selama niat diluruskan untuk memberi manfaat, maka setiap huruf yang Anda ketik akan menjadi saksi kebaikan di akhirat kelak.
Semoga bermanfaat.
