Kajian Ahad Pagi PCM Wiyung, Muhammadiyah-Ku: Berdakwah, Berjuang Raih Bahagia 

Kajian Ahad Pagi PCM Wiyung, Muhammadiyah-Ku: Berdakwah, Berjuang Raih Bahagia 
www.majelistabligh.id -

Kajian Ahad Pagi Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wiyung kota Surabaya menghadirkan Dr H Mahsun Jayadi, M.Ag, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya tahun 2015-2020 di Pondok Pesantren KH Mas Mansyur Balas Klumprik.

Kegiatan yang mengangkat tema Muhammdiyah-Ku: Berdakwah, Berjuang, dan Bahagia diikuti segenap Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wiyung, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Wiyung, Pimpinan amal usaha dan Ortom Wiyung.

Ustaz Mahsun Jayadi memaknai diksi Muhammadiyah-Ku sebagai:

1. Sense of Belonging (Rasa Memiliki). Seperti orang bilang Indonesia-ku, kampung-ku, dst. Dengan menambahkan -ku, maknanya: “Saya bagian dari ini, dan ini bagian dari saya.”Tutur ustadz Mahsun Jayadi. Bukan saya yang punya Muhammadiyah, tapi saya merasa dimiliki oleh Muhammadiyah.

2. Sense of Responsibility (Rasa Tanggung Jawab). Kalau sudah bilang -ku, maka kalau Muhammadiyah jelek, saya malu. Kalau Muhammadiyah baik, saya bangga. Bukan numpang nama, tapi siap menjaga nama baiknya.

3. Expressions of Love (Ekspresi Cinta Militan). Jadi kalau ada yang bilang Muhammadiyah-ku, maknanya: “Inilah jalan hidup yang aku pilih dan aku cintai.”Imbuh ustadz Mahsun Jayadi.

Ber -Muhammadiyah itu pilihan, saya memilih Muhammadiyah sebagai jalan hidup, saya mengabdi kepada Allah Subhanallahu Wataala:
1. Dengan cara berdakwah memajukan sesama.
2. Saya siap untuk berjuang dengan ikhlas di dalamnya.
3. Dari situlah saya menemukan kebahagiaan sejati.

“Berdakwah adalah identitas dasar Muhammadiyah, Muhammadiyah itu gerakan amar makruf nahi munkar, dakwahnya tidak hanya ceramah di mimbar tapi dakwah bil hal-dengan perbuatan nyata,” jelasnya, Ahad (4/10/2026).

Bangun masjid, rumah tahfidz, ponpes, klinik, panti asuhan, LAZISMU, MDMC, dan lainnya sebagai contoh. Jadi berdakwah di Muhammadiyah artinya mengajak pada kebaikan dengan cara memajukan hidup orang lain.

Landasan dakwah ada dalam Al Qur’an surat Ali Imran ayat 104:
وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ ۝١
“Hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

Berjuang bahwa dakwah itu butuh perjuangan. Ingat pesan KH Ahmad Dahlan: hidup hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah.

“Berjuang artinya ikhlas, lillah, jangan mencari jabatan atau keuntungan. Siap capek, siap keluar tenaga, waktu, pikiran dan harta. Tidak merasa paling berjasa… Ini adalah amal kolektif, berjuang di Muhammadiyah harus dilandasi tauhid, dan jangan merasa diri paling berbuat,” pesannya.

Landasan utama perintah berjuang ada dalam Al Qur’an surat Al Hajj ayat ke 78:
وَجَاهِدُوْا فِى اللّٰهِ حَقَّ جِهَادِهٖ ۗ هُوَ اجْتَبٰىكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى الدِّيْنِ مِنْ حَرَجٍ ۗ مِلَّةَ اَبِيْكُمْ اِبْرٰهِيْمَ ۗ هُوَ سَمّٰىكُمُ الْمُسْلِمِيْنَ ە ۙ مِنْ قَبْلُ وَفِيْ هٰذَا لِيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ شَهِيْدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُوْنُوْا شُهَدَاۤءَ عَلَى النَّاسِ ۖ فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَاعْتَصِمُوْا بِاللّٰهِ ۗ هُوَ مَوْلٰىكُمْ ۚ فَنِعْمَ الْمَوْلٰى وَنِعْمَ النَّصِيْرُࣖ ۝٧٨
” Berjuanglah kamu pada (jalan) Allah dengan sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan tidak menjadikan kesulitan untukmu dalam agama. (Ikutilah) agama nenek moyangmu, yaitu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamakan kamu orang-orang muslim sejak dahulu dan (begitu pula) dalam (kitab) ini (Al-Qur’an) agar Rasul (Nabi Muhammad) menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Maka, tegakkanlah salat, tunaikanlah zakat, dan berpegang teguhlah pada (ajaran) Allah. Dia adalah pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.”

Berjuang/jihad
Makna dan Tingkatan Jihad : Jihad dengan harta (Bi amwalikum): Mengorbankan materi,
kekayaan, atau fasilitas untuk mendukung kepentingan agama, dakwah, sosial, dan kemanusiaan.

Jihad dengan Jiwa (Wa anfusikum): Mengorbankan tenaga, pikiran, waktu, hingga nyawa demi membela kebenaran dan menegakkan ajaran Islam.

Urutan pengorbanan: Harta sering kali disebutkan mendahului jiwa dalam Al-Qur’an sebagai bentuk latihan awal bahwa berkorban dengan harta lebih mudah sebelum seseorang diminta mengorbankan jiwa raga.

Bahagia adalah ujung dan hasil berdakwah dan berjuang. Kalau dua poin di atas dijalani dengan benar, hasilnya bukan stres, tapi kepuasan yang membahagiakan.

Di Muhammadiyah ada istilah Islam yang menggembirakan. Bahagianya bukan karena dapat uang atau pujian, tapi kepuasan spiritual. Wujud kepuasan spiritual itu bisa bantu orang lain, ibadahnya terasa luas, hidup jadi bermakna. “Kepuasan lahir batin itulah bahagia,” ujarnya sambil tersenyum.

Landasan utama bahagia ada dalam Al Qur’an surat Ar Ra’d ayat ke 28:
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.”

Sebagai renungan jangan sampai menjadi mendusta Muhammadiyah, tahukah kamu siapa yang mendustakan Muhammadiyah? Mereka adalah yang menghardik para kader dan tidak memanfaatkan AUM untuk ibadah dan dakwah.

“Celakalah para pemimpin AUM, yaitu mereka yang abai terhadap amanah yang diemban, dan enggan berpatisipasi dalam dakwah dan persyarikatan,” seru Ustaz Mahsun Jayadi. (ali shodiqin)

 

Tinggalkan Balasan

Search