Kajian Masjid At-Taqwa Kebayoran Baru: Wujud Islam Berkemajuan Bukan Hanya Berwacana

Kajian Masjid At-Taqwa Kebayoran Baru: Islam yang Bekerja, Bukan Hanya Berwacana
www.majelistabligh.id -

Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (UMBARA), Dr. H. Edy Sukardi, MPd menegaskan, Islam Berkemajuan harus diwujudkan melalui pengembangan ilmu pengetahuan, pencerahan kemanusiaan, dan pembebasan masyarakat dari ketertinggalan.

Pesan tersebut disampaikan dalam ceramah bertema “Muhammadiyah: Islam Berkemajuan—Memajukan Peradaban, Mencerahkan Kemanusiaan, dan Membebaskan Manusia dari Ketertinggalan” di Masjid At-Taqwa Muhammadiyah, Kebayoran Baru, Jakarta, Ahad (18/10/2026).

Kegiatan ini dihadiri alumni Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA), jamaah masjid,

Lebih lanjut Edy Sukardi yang juga Ketua IKA Uhamka menjelaskan, Islam Berkemajuan merupakan pandangan keislaman Muhammadiyah yang menempatkan Islam sebagai sumber nilai, etika, ilmu pengetahuan, dan praksis sosial untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Menurutnya, Islam tidak cukup dipahami sebatas tuntunan ibadah individual, tetapi juga harus menjadi kekuatan transformasi sosial yang menghadirkan keadilan, pendidikan, pelayanan kesehatan, kesejahteraan, dan kemaslahatan bagi seluruh umat manusia.

“Ketika Muhammadiyah mendirikan sekolah, rumah sakit, dan panti asuhan, itulah wujud nyata Islam Berkemajuan. Islam yang bekerja, bukan hanya berwacana,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya menerjemahkan nilai-nilai Islam ke dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial, Muhammadiyah berupaya menjadikan dakwah sebagai gerakan pembaruan sekaligus pengabdian kemanusiaan.

Tiga Pilar Islam Berkemajuan

Edy Sukardi kemudian menguraikan tiga orientasi penting Islam Berkemajuan.

Pertama, memajukan peradaban. Umat Islam harus memiliki semangat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, menguasai teknologi, memperkuat literasi, dan membangun tradisi intelektual. Kemajuan umat tidak cukup diukur dari semangat keberagamaan, tetapi juga dari kontribusinya terhadap perkembangan ilmu dan kehidupan peradaban.

Kedua, mencerahkan kemanusiaan. Dakwah harus mampu menjawab persoalan konkret masyarakat, seperti kemiskinan, kebodohan, ketidakadilan, dan berbagai bentuk ketertinggalan. Agama harus hadir sebagai sumber nilai dan inspirasi bagi terciptanya kehidupan yang bermartabat.

Ketiga, membebaskan manusia dari ketertinggalan. Pendidikan dan pemberdayaan menjadi instrumen penting untuk membuka kesempatan, meningkatkan kualitas hidup, serta membangun kemandirian masyarakat.

Melalui langkah tersebut, Muhammadiyah berupaya menghadirkan perubahan yang berkelanjutan.

Ketiga orientasi itu saling berkaitan. Kemajuan peradaban membutuhkan ilmu pengetahuan, pencerahan kemanusiaan membutuhkan kepedulian sosial, sedangkan pembebasan dari ketertinggalan memerlukan kerja nyata dan pemberdayaan yang berkesinambungan. Memperkuat Sinergi Alumni dan Persyarikatan

Ceramah berlangsung khidmat dan mendapat perhatian dari para peserta. Para alumni UHAMKA berharap pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi dan sinergi Alumni UHAMKA, serta Persyarikatan Muhammadiyah.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas kontribusi di bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, dan pengabdian kepada masyarakat.

Bagi Muhammadiyah, Islam Berkemajuan bukan sekadar slogan, melainkan komitmen untuk menyatukan iman, ilmu, akhlak, dan amal nyata. Orientasi akhirnya adalah membangun peradaban yang mencerahkan sekaligus menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh umat manusia. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search