Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kalimantan Timur bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur dan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) melaksanakan pendampingan program PETRA (Pesisir Sejahtera) di Tanjung Sembilang, RT 008, Kelurahan Muara Sembilang, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program bantuan yang mulai dilaksanakan pada 30 Mei 2026 untuk mendukung kesejahteraan dan kemandirian masyarakat pesisir.
Program PETRA bertujuan mewujudkan masyarakat pesisir yang lebih sejahtera, mandiri, dan berdaya melalui pendistribusian bantuan yang tepat sasaran serta program pemberdayaan yang berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya, Lazismu Kaltim bersinergi dengan PWM Kalimantan Timur dan mitra MPM untuk membantu Ismail, seorang nelayan yang mengalami kerusakan kapal akibat diterjang ombak.
Kerusakan tersebut menyebabkan Ismail kesulitan menjalankan aktivitas melaut yang menjadi sumber penghidupan keluarganya. Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi tersebut, Lazismu Kaltim bersama mitra terkait menyalurkan bantuan dana untuk pembelian kapal agar Ismail dapat kembali bekerja dan memperoleh penghasilan dari hasil tangkapan laut.
Pendampingan dilakukan untuk meninjau perkembangan pemanfaatan bantuan yang telah diberikan. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Lazismu Kaltim, Drs. H. Rusfauzi Hamdi; Sekretaris Lazismu Kaltim, Syekh Budi Syam, M.Kom.; Wakil Ketua PWM Kalimantan Timur yang membidangi Lazismu, Abdul Azis Muslim, S.E.; serta Muhadi Sucipto, anggota Majelis Pemberdayaan Masyarakat. Mereka melihat secara langsung perkembangan usaha perikanan Ismail setelah memperoleh bantuan kapal.
Dalam kesempatan tersebut, Ismail menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan yang diberikan. Ia menjelaskan bahwa kapal merupakan sarana utama yang dibutuhkan untuk menjalankan aktivitasnya sebagai nelayan.
“Terima kasih atas bantuan dari Lazismu Kalimantan Timur dan Majelis Pemberdayaan Masyarakat. Kami bisa beroperasi dan mendapatkan hasil lebih baik daripada sebelumnya. Kapal ini merupakan sarana yang sangat kami butuhkan. Kalau tidak ada kapal, kami tidak bisa beroperasi,” ujar Ismail.
Sekretaris Lazismu Kaltim, Syekh Budi Syam, MKom berharap program PETRA dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak masyarakat pesisir yang memperoleh manfaat dari kegiatan pemberdayaan serupa. Menurutnya, pendampingan menjadi bagian penting untuk melihat hasil nyata dari bantuan yang telah disalurkan.
“Harapannya, program-program seperti ini bisa terus kita galakkan dan kita dapat membantu pemberdayaan lainnya. Alhamdulillah, hari ini kita bisa melihat hasil dari bantuan yang telah kita berikan. Semoga ini menjadi sesuatu yang baik dan dapat berkelanjutan ke depannya,” ungkapnya.
Sementara itu, Muhadi Sucipto menyampaikan bahwa peninjauan dilakukan untuk memastikan bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Ia mengapresiasi perkembangan usaha Ismail yang telah kembali melaut dan memperoleh hasil tangkapan yang baik.
“Hari ini kami bersama Lazismu Kalimantan Timur melakukan tinjauan terhadap program PETRA yang telah dilaksanakan sebelumnya. Alhamdulillah, kapalnya sudah dipergunakan dan hasil melautnya juga sudah bagus dan melimpah, seperti udang papai yang saat ini ada. Semoga bantuan yang telah kami berikan ini bisa berkelanjutan,” tutur Muhadi.
Melalui program PETRA, Lazismu Kaltim bersama PWM Kalimantan Timur dan MPM berupaya menghadirkan pemberdayaan yang tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga pada pemulihan dan penguatan mata pencaharian masyarakat. Bantuan kapal bagi Ismail menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana untuk mendukung aktivitas ekonomi penerima manfaat.
Ke depan, program ini diharapkan dapat terus dikembangkan melalui pendampingan dan kolaborasi berbagai pihak. Dengan demikian, masyarakat pesisir dapat memperoleh akses terhadap sarana produktif, meningkatkan pendapatan, serta membangun kemandirian ekonomi secara berkelanjutan. Program PETRA juga menjadi wujud komitmen Lazismu Kaltim dalam mengelola dana umat agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. (*/tim)
