“Prayer harmonized ourselves with the purpose of God”
“(Doa menyelaraskan diri kita dengan tujuan Allah)”
Doa adalah napas kehidupan seorang mukmin, bukan sekadar daftar permintaan yang kita ajukan kepada Allah. Esensi terpenting dari doa bukanlah tentang terkabulnya hajat kita, melainkan pengakuan tulus atas kelemahan diri dan kebutuhan mutlak kita kepada Allah SWT. Allah Maha Tahu setiap isi hati dan kebutuhan kita, bahkan sebelum kita ucapkan.
Tujuan utama doa adalah untuk menunjukkan ketundukan dan kepasrahan total kita kepada-Nya. Ketika kita mengangkat tangan, kita sedang mengakui bahwa tanpa pertolongan-Nya, kita tidak bisa melakukan apa-apa. Pengakuan inilah yang mendalam dan berharga di sisi Allah. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT,
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Artinya:
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Qs. Al- Baqarah: 186)
Ayat menyatakan bahwa Allah dekat dengan hamba-Nya dan akan mengabulkan doa orang yang berdoa kepada-Nya, asalkan mereka memenuhi perintah-Nya dan beriman kepada-Nya agar dapat memperoleh kebenaran. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda,
الدُّعَاءُ مُخُّ الْعِبَادَةِ
Artinya:
“Doa adalah inti ibadah.” (HR. Tirmidzi no. 3371)
Hadis ini menegaskan bahwa doa adalah ruh dari setiap ibadah, karena di dalamnya terkandung makna ketundukan dan penghambaan yang paling murni.
Jadi, berdoalah bukan hanya untuk meminta, tetapi untuk mendekatkan diri, mengakui kelemahan, dan memperkuat hubunganmu dengan Sang Pencipta.
Semoga bermanfaat.
