Kerusakan demi kerusakan lingkungan mulai nampak akibat orang orang oportunis yang salah mengelola sumberdaya bumi. Kerusakan itu ditandai kerapnya terjadi bencana alam sebagai alarm ketidakseimbangan ekosistem.
Lalu yang bertanggungjawab?
Kelompok oportunis yang seakan-akan berbuat baik tapi ternyata merekalah yang paling banyak merusak lingkungan dan mereka mahluk yang paling jahat.
Alam semesta dirusak melalui kebijakan yang diambil tidak bijak dan mental para pendukung dan pemujanya dirusak melalui revolusi mental sehingga para pejabat berlaku korup.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاِ ذَا قِيْلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَ رْضِ ۙ قَا لُوْاۤ اِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُوْنَ
“Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Janganlah berbuat kerusakan di bumi!” Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan.””
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 11)
اَ لَاۤ اِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُوْنَ وَلٰـكِنْ لَّا يَشْعُرُوْنَ
“Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 12)
Ternyata orang orang yang memiliki sifat-sifat serakah dan tidak empati memiliki andil dalam merusak lingkungan hidup di Indonesia. Sumber daya alam yang cukup besar melimpah dan banyak tidak cukup untuk satu orang yang serakah dan rakus, karena mereka didominasi oleh pikiran jahat bersumber dari syetan yang terkutuk.
1. Kerusakan lingkungan karena tangan tangan nakal
ظَهَرَ الْفَسَا دُ فِى الْبَرِّ وَا لْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّا سِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 41)
3. Kerusakan mental karena mereka menyembah berhala berupa uang, kekuasaan dan wanita sebagai tuhan selain Allah SWT
لَوْ كَا نَ فِيْهِمَاۤ اٰلِهَةٌ اِلَّا اللّٰهُ لَـفَسَدَتَا ۚ فَسُبْحٰنَ اللّٰهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُوْنَ
“Seandainya pada keduanya (di langit dan di bumi) ada Tuhan-Tuhan selain Allah, tentu keduanya telah binasa. Maha Suci Allah yang memiliki ‘Arsy, dari apa yang mereka sifatkan.”
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 22)
3. Keserakahan membuat bumi kehabisan energi untuk melindungi masyarakat
وَاِ ذَاۤ اَرَدْنَاۤ اَنْ نُّهْلِكَ قَرْيَةً اَمَرْنَا مُتْرَفِيْهَا فَفَسَقُوْا فِيْهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنٰهَا تَدْمِيْرًا
“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang yang hidup mewah di negeri itu (agar menaati Allah), tetapi bila mereka melakukan kedurhakaan di dalam (negeri) itu, maka sepantasnya berlakulah terhadapnya perkataan (hukuman Kami), kemudian Kami binasakan sama sekali (negeri itu).”
(QS. Al-Isra’ 17: Ayat 16)
4. Karena hawa nafsu membuat kehidupan manusia menjadi makhluk yang jahat
وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَـقُّ اَهْوَآءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمٰوٰتُ وَا لْاَ رْضُ وَمَنْ فِيْهِنَّ ۗ بَلْ اَتَيْنٰهُمْ بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَنْ ذِكْرِهِمْ مُّعْرِضُوْنَ
“Dan seandainya kebenaran itu menuruti keinginan mereka, pasti binasalah langit dan bumi, dan semua yang ada di dalamnya. Bahkan Kami telah memberikan peringatan kepada mereka, tetapi mereka berpaling dari peringatan itu.”
(QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 71)
