Ketua MPR RI Ahmad Muzani memberikan apresiasi tinggi atas peran dan kiprah nyata Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam membantu masyarakat, mulai dari penyediaan air bersih, bantuan modal usaha, hingga misi kemanusaiaan internasional di Palestina.
Hal tersebut disampaikan Muzani saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026 yang mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak” di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Menurut Muzani, berbagai program strategis yang dijalankan BAZNAS terbukti responsif dalam menjawab kebutuhan dasar warga sekaligus memperkuat perekonomian keluarga kurang mampu.
“Apa yang dikerjakan BAZNAS sudah sangat tepat. Saat ada kekeringan air, BAZNAS hadir. Begitu pula saat ada kebutuhan beasiswa, modal UMKM, hingga perbaikan rumah tidak layak huni, BAZNAS ikut membantu,” ujar Muzani.
Ia menambahkan, meskipun masih terdapat keterbatasan, langkah konkret BAZNAS merupakan kontribusi luar biasa yang patut diapresiasi.
Lebih lanjut, Muzani menekankan bahwa zakat memiliki peran vital yang tidak hanya meringankan beban sesaat, tetapi juga mengentaskan kemiskinan secara berkelanjutan. Keberhasilan pengelolaan zakat, tegasnya, diukur dari kemampuan mengubah penerima manfaat (mustahik) menjadi pembayar zakat (muzaki).
“Inilah amal dan andil nyata BAZNAS dalam mengentaskan kemiskinan, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta mengangakat derajat mustahik menjadi muzaki,” tuturnya.
Oleh karena itu, ia meminta BAZNAS untuk selalu siap dan responsif hadir di tengah masyarakat, baik untuk pelayanan zakat maupun bantuan sosial mendesak.
Rakornas BAZNAS 2026 yang berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat konsolidasi pengelolaan zakat nasional agar lebih terarah, produktif, dan berdampak luas.
Pembukaan acara ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi negara dan tokoh penting, di antaranya Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra, serta Menteri Koperasi Ferry Juliantono. (*/tim)
