”Let not the eyes of the timid sleep. Courage does not shorten life, and fear does not lengthen life”
”(Janganlah mata para penakut tertidur. Keberanian tidak memperpendek umur, dan ketakutan tidak akan memperpanjang usia)”
Khalid bin Walid adalah maestro strategi yang tak pernah mencicipi kekalahan dalam ratusan palagan. Dijuluki Saifullah Al-Maslul (Pedang Allah yang Terhunus), ia adalah panglima yang mengubah kemustahilan menjadi kemenangan lewat keberanian yang melampaui logika.
Baginya, medan perang adalah taman ibadah dan syahid adalah cita-cita tertinggi. Namun, kehebatan aslinya terpancar saat ia dengan ikhlas meletakkan jabatan panglimanya demi ketaatan. Ia membuktikan bahwa prajurit sejati tidak bertempur demi nama besar, melainkan demi meninggikan kalimat Allah di muka bumi. Allah SWT berfirman,
إِنَّ ٱللَّهَ ٱشْتَرَىٰ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَٰلَهُم بِأَنَّ لَهُمُ ٱلْجَنَّةَ ۚ يُقَٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ …..
Artinya:
“Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah…” (Qs. At-Taubah :111)
Ayat ini menjelaskan akad tertinggi antara hamba dan Sang Khaliq. Khalid bin Walid adalah wujud nyata dari jiwa yang telah “terjual” kepada Allah, di mana seluruh hidupnya didedikasikan untuk membela agama-Nya.
Dalam hadis, Abu Bakar As Siddiq, menunjuk Khalid ibn Al-Walid untuk memerangi kaum murtad dan berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda,
نعَمَ عبدُ اللَّهِ وأَخو العَشيرةِ خالدُ بنُ الوليدِ، وسيفٌ مِن سيوفِ اللَّهِ سلَّهُ اللَّهُ عزَّ وجلَّ على الكفَّارِ والمُنافِقينَ
Artinya:
“Betapa hebatnya Khalid ibn Al-Walid sebagai hamba Allah dan saudara bagi kaumnya, dan sebagai pedang dari antara pedang-pedang Allah, yang telah dihunus Allah Yang Maha Kuasa melawan orang-orang kafir dan munafik.” (HR. Ahmad dalam Fada’il Al-Sahabah” (1480)
Hadis ini merupakan legitimasi langit atas kejeniusan militer dan loyalitas Khalid bin Walid.
Khalid bin Walid mengajarkan bahwa kemenangan datang dari kombinasi strategi yang matang, keberanian tanpa batas, dan ketulusan niat. Ia adalah teladan tentang bagaimana kekuatan besar harus tunduk pada kerendahan hati dan kepatuhan kepada pemimpin.
Semoga bermanfaat.
