Khotbah Jum’at: Upaya Menjaga Marwah Islam

Khotbah Jumat: Upaya Menjaga Marwah Islam
*) Oleh : Moh. Helman Sueb MA.
Pembina Pesantren Muhammadiyah Babat dan Anggota Majelis Tabligh PCM Babat Lamongan
www.majelistabligh.id -

إِنَّ الْحَمْدَلِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى نَبِيِّنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ وَالَاهُ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. أَما بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ! يَاأَيُّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah!

Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan Allah Subhaanhu wa Ta’ala untuk hadir di majlis yang berbahagia ini dan bersimpuh di hadapan-Nya sebagai bentuk ketaatan kita kepada-Nya. Telah merasakan nikmat-Nya yang luar biasa banyaknya, sehingga sangat layak jika meningkatkan kesyukuran dan ketaqwaan kita.  Semoga shalawat dan salam tetap terlimpah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam, nabi akhir zaman yang menuntun kita ke jalan yang diridlai-Nya, sehingga kita tetap istiqomah dan memiliki  kesadaran  dalam  melaksanakan  ajaran  Islam.

Hadirin yang berbahagia!

Islam adalah agama perdamaian artinya agama yang mengajarkan kedamaian di alam ini, sebab kedatangan Islam untuk memberikan kasih sayang pada seluruh alam, sebagaimana terdapat dalam firman-Nya:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (QS. Al Anbiya’: 107).

Ayat di atas menjelaskan bahwa Islam datang bukan untuk membawa kerusakan, melainkan  melarang berbuat kerusakan, dan saling menumpahkan darah. Penyebab rusaknya marwah Islam akibat perbuatan orang Islam yang bertentangan dengan ajaran Islam, oleh karena itu lah hal ini harus dihindari. Bila tidak, maka akan menjatuhkan marwah Islam itu sendiri, sehingga Islam tercemar karena umatnya sendiri. Karenanya, kita lah yang wajib menjaga marwah Islam dengan upaya-upaya yang telah disebutkan di dalam al-Qur’an maupun Al-Hadits. Islam tidak mengajarkan kekerasan, tetapi Islam mencintai keadilan.

Hadirin yang berbahagia!

Menjaga marwah Islam merupakan kewajiban kita semua, yang diwujudkan dalam penampilan pribadi, keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu, tidak lah kita heran di dalam Islam ada beberapa perintah dan larangan, ada kisah dan hikmah, agar umat Islam dapat mengambil pelajaran dari-Nya. Di antara bentuk dari menjaga marwah:

Pertama, menegakkan keadilan, adil adalah sifat terpuji yang sangat dianjurkan dalam Islam, di samping itu, adil adalah perintah Allaa Subhaanahu wa ta’ala. Sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Maidah ayat 8,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اِعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

Betapa mulianya ajaran Islam agar kita selalu berlaku adil, adil terhadap diri sendiri maupun kepada orang lain. Perintah berlaku adil ditujukan semua orang yang beriman tanpa kecuali, keadilan harus ditegakkan, ketidakadilan harus diluruskan,tidak boleh dibiarkan, sebab akan mendatangkan penderitaan. Sifat adil yang terpatri dalam jiwa akan mendekatkan pada ketaqwaan. Ketidakadilan akan merugikan diri dan orang lain, maka akan menjadi wajar, jika banyak orang yang menentangnya.

Hadirin yang berbahagia!

Kedua, beramar ma’ruf nahi munkar, yang berarti memanfaatkan kesempatan untuk menabur kebaikan dan juga mencegah kemunkaran secara berkelompok. Amar ma’ruf yang diajarkan Islam akan mencerahkan seseorang, mengajak menuju jalan kebaikan yang begitu luas. Amar ma’ruf akan menyadarkan diri dan orang lain untuk menabur dan mencintai kebaikan di mana saja berada. Maka tepatlah perintah Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan hendaklah ada di antara kamu sekelompok umat yang menyeru kepada kebaikan (al-Khayr). menyuruh kepada yang ma’ruf dan yang mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang berjaya.” (Q.S. Ali Imran: 104).

Pada ayat di atas ada seruan secara berkelompok untuk mengajak kepada kebaikan dengan mematuhi ajaran Islam, beramar-ma’ruf memberikan teladan dalam menebarkan kebaikan, agar kebaikan yang dikenal oleh masyarakat senantiasa menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, demikian juga nahi munkar, tanpa adanya nahi munkar, maka akan kejahatan dengan leluasa. Oleh karena itu, amar ma’ruf nahi munkar sebagai konsep Islam harus kita lakukan di mana saja kita berada, agar marwah Islam semakin menyala.

Hadirin yang berbahagia!

Ketiga, membiasakan perilaku terpuji, sesuai dengan misi. Di dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ

“Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan keshalihan akhlak.” (HR. Al-Baihaqi).

Akhlak yang baik membuktikan akidah yang baik, sebaliknya akhlak yang buruk membuktikan lemahnya akidah. Nah akhlak yang baik inilah yang akan mampu menjaga marwah Islam, sedangkan akhlak yang buruk, jahat dan kasar, sebagai akhlak yang merusak marwah Islam. Dengan semakin kokoh ‘aqidah dan keimanan seseorang, seharusnya semakin baik pula akhlaknya. Dengan bertambahnya ilmu ‘aqidah dan imannya, bertambah luhur pula akhlaknya. Hal ini sebagaimana yang diisyaratkan dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

“kaum mukmin yang paling sempurna imannya adalah mereka yang akhlaknya paling bagus di antara mereka.” (HR. Tirmidzi).

Hadirin yang berbahagia!

Kita semua berkewajiban menjaga marwah Islam, dengan mengamalkan ajarannya yang ada dalam al-Qur’an maupun al-Hadits, agar apa yang kita lakukan tetap bermanfaat kepada diri kita dan orang lain, dari situ lah merupakan bukti bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kemuliaan. Tidak mungkin orang ghairul Islam yang akan menjaganya. Oleh sebab itulah, kita wajib meningkatkan kedekatan kita kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

Semoga kita yang hadir di majlis yang penuh barokah ini, juga keluarga kita, selalu mendapatkan petunjuk dan perlindungan  dari Allah Subhaanahu wa Ta’ala, sehingga kita  memilki refleksi kesadaran untuk mengakui kesalahan dan memohon ampunan kepada-Nya.

بَارَكَ ا للهُ  لِيْ  وَلَكُمْ فيِ االْقُرْأَ نِ ا لْعَظِيْمِ  وَنَفعَنِيْ وَ إِ يَّا كُمْ بمِا فِيْهِ مِنَ الْاَ يَاتِ و ذِكْر الحْكِيْمِ وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ  إِ نَّهُ  هُوَ السَّمِيْعُ ا لْعَلِيْمُ

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْد، فَيَا عِبَادَ اللهِ! يَاأَيُّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Hadirin yang berbahagia!

Marilah kita menundukkan kepala untuk memohon kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala, yang telah memberikan nikmat-nikmat-Nya, agar kita senantiasa mendapatkan petunjuk, perlindungan, dan ampunan dalam mengarungi kehidupan.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ. رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .

Tinggalkan Balasan

Search