Nabi Sulaiman AS adalah putra Nabi Daud AS yang dianugerahi kerajaan dan kekayaan serta kebijaksanaan luar biasa oleh Allah SWT. Berikut adalah beberapa aspek penting dalam kisahnya:
Mukjizat Nabi Sulaiman
– Menguasai Bahasa Hewan dan Jin: Nabi Sulaiman dapat memahami bahasa hewan dan jin, serta memerintahkan jin untuk melakukan tugas-tugas tertentu.
– Mengendarai Angin: Allah SWT tundukkan angin untuk Nabi Sulaiman, sehingga dia dapat bepergian dengan cepat dan mudah.
– Memiliki Kekayaan Berlimpah: Nabi Sulaiman memiliki kekayaan yang sangat besar, termasuk logam emas dan permata yang berharga.
Kebijaksanaan Nabi Sulaiman
– Memutuskan Kasus dengan Bijak: Nabi Sulaiman dikenal sebagai hakim yang adil dan bijaksana. Dalam salah satu kisah, dia memutuskan kasus tentang seekor anak yang diperebutkan oleh dua wanita dengan cara yang sangat bijak.
– Menghadapi Ratu Balqis: Nabi Sulaiman juga menunjukkan kebijaksanaannya dalam menghadapi Ratu Balqis, penguasa negeri Saba yang datang mengujinya.
Kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis
– Pertemuan dengan Burung Hud-Hud: Nabi Sulaiman bertemu dengan burung Hud-hud yang memberitahu tentang Ratu Balqis dan rakyatnya yang menyembah matahari.
– Mengirim Surat: Nabi Sulaiman mengirim surat kepada Ratu Balqis, mengajaknya untuk menyembah Allah SWT.
– Mengunjungi Istana Nabi Sulaiman: Ratu Balqis akhirnya mengunjungi istana Nabi Sulaiman dan menyatakan keimanannya kepada Allah SWT.
Akhir Hidup Nabi Sulaiman
– Wafat tanpa Diketahui: Nabi Sulaiman wafat tanpa diketahui oleh pengikut-pengikutnya, sehingga mereka terus bekerja pada proyek pembangunan Masjidil Aqsha yang diperintahkan olehnya.
– Ditemukan Setelah Lama: Nabi Sulaiman ditemukan telah wafat setelah rayap memakan tongkatnya, sehingga jin yang bekerja untuknya menyadari bahwa dia telah wafat ¹.
–
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلِسُلَيْمٰنَ الرِّيْحَ غُدُوُّهَا شَهْرٌ وَّرَوَا حُهَا شَهْرٌ ۚ وَ اَسَلْنَا لَهٗ عَيْنَ الْقِطْرِ ۗ وَمِنَ الْجِنِّ مَنْ يَّعْمَلُ بَيْنَ يَدَيْهِ بِاِ ذْنِ رَبِّهِ ۗ وَمَنْ يَّزِغْ مِنْهُمْ عَنْ اَمْرِنَا نُذِقْهُ مِنْ عَذَا بِ السَّعِيْرِ
“Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya pada waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya pada waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya.
Dan sebagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya.
Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.”
(QS. Saba’ 34: Ayat 12)
1. Jin tunduk pada Sulaiman AS oleh kemuliaanya
يَعْمَلُوْنَ لَهٗ مَا يَشَآءُ مِنْ مَّحَا رِيْبَ وَتَمَا ثِيْلَ وَجِفَا نٍ كَا لْجَـوَا بِ وَقُدُوْرٍ رّٰسِيٰتٍ ۗ اِعْمَلُوْۤا اٰلَ دَاوٗدَ شُكْرًا ۗ وَقَلِيْلٌ مِّنْ عِبَا دِيَ الشَّكُوْرُ
“Mereka (para jin itu) bekerja untuk Sulaiman sesuai dengan apa yang dikehendakinya di antaranya (membuat) gedung-gedung yang tinggi, patung-patung, piring-piring yang (besarnya) seperti kolam, dan periuk-periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah wahai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.”
(QS. Saba’ 34: Ayat 13)
2. Tidak ada yang mengetahui kematian Nabi Sulaiman, kecuali rayap yang memakan tongkatnya
فَلَمَّا قَضَيْنَا عَلَيْهِ الْمَوْتَ مَا دَلَّهُمْ عَلٰى مَوْتِهٖۤ اِلَّا دَآ بَّةُ الْاَ رْضِ تَأْ كُلُ مِنْسَاَ تَهُ ۚ فَلَمَّا خَرَّ تَبَيَّنَتِ الْجِنُّ اَنْ لَّوْ كَا نُوْا يَعْلَمُوْنَ الْغَيْبَ مَا لَبِثُوْا فِى الْعَذَا بِ الْمُهِيْنِ
“Maka ketika Kami telah menetapkan kematian atasnya (Sulaiman), tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka ketika dia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa sekiranya mereka mengetahui yang gaib tentu mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan.”
(QS. Saba’ 34: Ayat 14)
